Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Melonjak 25%, UBS Naikkan Proyeksi 2026: Ada Skenario Tembus $7200

Heri Sugiarto • Jumat, 30 Januari 2026 | 04:43 WIB

Pergerakan harga emas dunia menembus level US$5.344,98 per ounce pada Kamis, setelah mencatat kenaikan lebih dari 25 persen sejak awal tahun.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
Pergerakan harga emas dunia menembus level US$5.344,98 per ounce pada Kamis, setelah mencatat kenaikan lebih dari 25 persen sejak awal tahun.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak akhir 1970-an, ditopang oleh permintaan investasi yang tinggi, pembelian bank sentral, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan.

Pada Kamis (29/1/2026), harga emas diperdagangkan di level $5.344,98 per ounce, setelah sempat menyentuh $5.400 pada sesi sebelumnya.

Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 25 persen dan memperpanjang reli besar yang terjadi tahun lalu.

Lonjakan ini menandai kinerja terkuat logam mulia tersebut sejak tahun 1979, ketika pasar global mengalami tekanan inflasi dan ketidakpastian finansial.

Analis menilai reli terbaru dipicu oleh meningkatnya arus investasi ke aset riil, melemahnya dolar AS, permintaan berkelanjutan dari bank sentral, serta kekhawatiran atas kebijakan domestik Amerika Serikat.

UBS Naikkan Target Harga, Prediksi Puncak $6200 pada 2026

UBS menaikkan target harga XAU/USD menjadi $6.200 per ounce untuk Maret, Juni, dan September 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar $5.000.

Bank tersebut memperkirakan harga akan sedikit melandai ke level $5.900 pada akhir 2026 setelah pemilu paruh waktu AS.

UBS juga memaparkan skenario alternatif, yakni potensi kenaikan hingga $7.200 jika ketegangan geopolitik meningkat tajam, serta risiko penurunan ke $4.600 apabila Federal Reserve mengambil sikap lebih hawkish.

Dalam laporan terbarunya, UBS menyebut permintaan emas mengalami peningkatan di hampir semua sektor.

Namun pembelian bank sentral diperkirakan sedikit lebih rendah pada 2026, yakni sekitar 950 metrik ton, meskipun tetap berada pada level historis tinggi.

UBS menyoroti langkah Polandia menaikkan target kepemilikan emas dari 550 menjadi 700 metrik ton, yang dinilai berpotensi menjadi pola baru bila diikuti negara lain.

Data World Gold Council: Permintaan Tembus 5000 Ton

World Gold Council mencatat total permintaan emas global pada 2025 melampaui 5.000 metrik ton untuk pertama kalinya jika memasukkan transaksi over-the-counter. Lonjakan terbesar berasal dari aktivitas investasi.

Kepemilikan exchange-traded fund naik 801 metrik ton, sementara pembelian emas batangan dan koin mencapai hampir 1.375 metrik ton, level tertinggi dalam 12 tahun. Bank sentral membeli 863 metrik ton, di bawah rekor sebelumnya tetapi tetap kuat dibandingkan standar historis.

Di Tiongkok, permintaan fisik tetap kuat meski harga mencapai rekor baru, ditopang sentimen positif dan faktor musiman.

Meski demikian, UBS memproyeksikan permintaan akan mulai moderat setelah perayaan Tahun Baru Imlek.

Kenaikan permintaan yang solid, ditopang ketidakpastian kebijakan dan kondisi geopolitik, menjadi pendorong utama menguatnya harga emas memasuki 2026, sehingga memperpanjang momentum bullish yang sudah berlangsung dua tahun berturut-turut.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #target harga emas #bank sentral #World Gold Council #investasi emas #kenaikan harga emas #UBS #proyeksi harga emas 2026