Kegiatan ini digelar di Aula Pertemuan SMKN 2 Pariaman, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pariaman meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan keterampilan berbasis potensi lokal.
Pelatihan dibuka oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad. "Pelatihan ini sejalan dengan visi misi serta Program Unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata," ujarnya.
Baca Juga: 76 SD/MI Meriahkan Festival Qasidah Rebana Klasik se-Kota Pariaman
Dukung Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga
Menurut Yota Balad, peningkatan kapasitas UMKM akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman.
Ia menegaskan bahwa jika kemampuan pelaku usaha meningkat, maka pendapatan dan kualitas hidup masyarakat juga akan ikut bertambah.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengeksplorasi potensi Program Unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga.
Salah satu contohnya adalah pengolahan singkong menjadi aneka cake dan kue yang memiliki nilai tambah.
Yota Balad mengimbau para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius. Ia mendorong pelaku UMKM agar mampu mengolah produk makanan yang lebih menarik, higienis, serta memiliki daya saing di pasaran.
Pendampingan Berkelanjutan dan Akses Pasar
Lebih lanjut, Yota Balad menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM akan melakukan pengawasan serta pembinaan berkelanjutan kepada para pengusaha UMKM.
Pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Februari 2026. Setelah pelatihan selesai, produk UMKM peserta akan dikumpulkan melalui Koperasi Merah Putih.
Produk tersebut selanjutnya akan ditawarkan kepada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kota Pariaman. Skema ini diharapkan dapat membuka peluang pasar bagi UMKM lokal.
Pada kesempatan tersebut, Yota Balad juga memotivasi para peserta agar terus percaya diri. Ia menekankan bahwa pengusaha tidak selalu identik dengan penampilan formal, karena pelaku usaha kuliner juga memiliki peran penting dalam perekonomian.
Selain pelatihan, setiap peserta UMKM mendapatkan satu paket perlengkapan usaha untuk pembuatan cake, kue kering, dan minuman kekinian sebagai modal awal pengembangan usaha.(*)
Editor : Hendra Efison