Berdasarkan data yang dilansir dari indodax.com pada Jumat (20/2/2026), Ethereum sempat turun hingga menyentuh titik terendah di US$1.905 sebelum akhirnya memantul dan kembali bergerak naik.
Pemulihan tersebut membawa harga menembus US$1.945 dan menguji area retracement Fibonacci 38,2% dari penurunan sebelumnya di kisaran US$2.038 ke US$1.905, yang kini menjadi salah satu referensi teknikal penting.
Secara teknikal, Ethereum masih diperdagangkan di bawah 100-hourly Simple Moving Average (SMA), kondisi yang menunjukkan momentum jangka pendek belum sepenuhnya berbalik ke arah positif.
Area US$1.970 hingga US$1.985 menjadi resistance terdekat, sekaligus zona yang diperkuat oleh terbentuknya bearish trend line pada grafik per jam sehingga tekanan jual dinilai masih dominan.
Jika harga mampu menembus US$1.985 dan melanjutkan kenaikan ke atas US$2.000, maka peluang penguatan menuju US$2.050 terbuka dalam jangka pendek.
Breakout lanjutan di atas US$2.050 berpotensi mendorong harga ke kisaran US$2.120 hingga US$2.150, tergantung pada respons pasar terhadap level resistance berikutnya.
Di sisi bawah, support awal berada di US$1.935, sementara level krusial berikutnya terdapat di US$1.905 yang sebelumnya menjadi titik pantul saat tekanan jual meningkat.
Apabila harga turun dan menembus US$1.905 secara meyakinkan, Ethereum berpotensi melanjutkan koreksi ke US$1.880, bahkan dapat bergerak ke US$1.840 dengan support utama berada di sekitar US$1.820.
Indikator teknikal menunjukkan sinyal yang cenderung campuran, di mana MACD per jam mulai kehilangan momentum di zona bullish, sedangkan RSI masih bertahan di atas level 50 sehingga tekanan beli belum sepenuhnya hilang.
Kondisi tersebut menggambarkan pasar yang sedang berada dalam fase konsolidasi, yakni pergerakan harga dalam rentang sempit sebelum terjadi pergerakan signifikan berikutnya.
Jika pembeli mampu mempertahankan harga di atas US$1.920 dan mendorong penembusan konsisten di atas US$2.000, struktur pemulihan jangka pendek berpotensi terbentuk.
Sebaliknya, kegagalan berulang menembus resistance US$1.985 hingga US$2.000 dapat membuka ruang koreksi lanjutan, terutama jika support utama tidak mampu dipertahankan.
Pergerakan Ethereum saat ini berada di titik penentu jangka pendek, dengan arah selanjutnya sangat bergantung pada respons harga terhadap level-level teknikal kunci tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison