Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR Artha Niaga Solok: Aset Tumbuh 11,68 Persen, Pendapatan Tumbuh 12,25 Persen

Two Efly • Senin, 16 Maret 2026 | 06:05 WIB

 Jajaran manajemen PT BPR Artha Niaga Solok dengan latar gedung baru yang menjadi kantor pusat PT BPR Artha Niaga Solok.
Jajaran manajemen PT BPR Artha Niaga Solok dengan latar gedung baru yang menjadi kantor pusat PT BPR Artha Niaga Solok.
Manajemen PT BPR Artha Niaga Solok masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha double digit pada tahun 2025. Total aset tercatat Rp29,77 miliar, realisasi kredit sebesar Rp23,13 miliar, dana pihak ketiga Rp12,91 miliar, dan laba bersih usaha sebesar Rp370 juta.

Laporan: Two Efly, Solok

Sebelum melakukan merger, manajemen PT BPR Artha Niaga Solok masih mampu mempertahankan kinerjanya dengan baik. Pertumbuhan usaha juga masih dapat dipertahankan pada angka double digit.

“Tahun 2025 kita masih bertumbuh double digit dari sisi kinerja. Per 31 Desember tercatat aset Rp29,77 miliar, realisasi kredit sebesar Rp23,13 miliar, dana pihak ketiga sebanyak Rp12,91 miliar, dan laba bersih usaha sebesar Rp370 juta. Capaian ini menjadi modal awal bagi kita untuk menjalani tahun 2026 setelah dimerger dengan PT BPR MOS Muara Panas,” ujar Direktur Utama PT BPR Artha Niaga Solok, Dedi Saputra, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menurut Dedi, secara kinerja pada tahun 2025 memang terjadi sedikit perlambatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perlambatan tersebut selain dipicu oleh kondisi makroekonomi, juga karena fokus pekerjaan terbagi untuk persiapan merger.

Meskipun melambat, perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan usaha sebelum benar-benar melakukan merger.

Aset dan Dana

Berdasarkan hasil audit per 31 Desember 2025, tercatat total aset PT BPR Artha Niaga Solok sebesar Rp29,77 miliar. Capaian aset ini tumbuh 11,68 persen secara year on year.

Pertumbuhan aset pada tahun 2025 lebih didominasi oleh peningkatan dana tabungan.

Hingga akhir tahun 2025 tercatat total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun sebesar Rp12,91 miliar, yang terdiri dari dana tabungan sebesar Rp5,13 miliar atau tumbuh 7,85 persen secara year on year. Sementara itu, dana deposito yang terhimpun sebesar Rp7,78 miliar.

Kredit dan Pendapatan

Hampir sama dengan kinerja dana, realisasi kredit PT BPR Artha Niaga Solok pada tahun 2025 juga tumbuh melandai. Hingga akhir tahun 2025 tercatat total kredit yang berhasil disalurkan sebesar Rp23,12 miliar.

Walaupun kredit tumbuh melandai, pendapatan operasional masih mampu tumbuh double digit. Per 31 Desember tercatat pendapatan bunga yang dibukukan sebesar Rp4,57 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp644 juta.

Baca Juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Penumpang Tak Pakai Perhiasan Mencolok

“Total pendapatan operasional yang mampu kita bukukan pada tahun 2025 tercatat Rp4,75 miliar atau tumbuh 12,25 persen secara year on year,” ujar Dedi.

Tahun Pertama Pasca Merger

PT BPR Artha Niaga Solok merupakan salah satu BPR yang melakukan merger pada penghujung tahun 2025 dalam rangka penguatan fundamental usaha.

Kebijakan strategis korporasi ini dilakukan melalui penggabungan dua BPR di Kabupaten Solok dengan mengakuisisi PT BPR MOS Muara Panas.

Sementara itu, pemegang saham pengendali PT BPR Artha Niaga Solok, Yunasril Anga, menyambut baik merger tersebut. Pengusaha asal Solok yang berdomisili di Bali ini mendukung aksi korporasi tersebut sebagai bentuk penguatan fundamental usaha.

“Merger bukan sebatas penggabungan. Merger jauh lebih strategis dari itu. Pasca merger, fundamental usaha menguat, pasar terbuka, dan ekspansi dapat dilakukan,” ujar Yunasril Anga.

Pasca merger terjadi perubahan signifikan dari sisi aset, dana, kredit, dan modal inti minimum.

Setelah merger, tercatat aset BPR Artha Niaga meningkat menjadi Rp39,73 miliar. Sementara itu, dana pihak ketiga sebesar Rp12,91 miliar dan modal inti minimum menjadi Rp9,59 miliar.

“Tahun 2026 adalah tahun pertama kita beroperasi penuh pasca merger. Penebalan likuiditas dan modal setelah merger akan kita maksimalkan untuk ekspansi kredit dan usaha di tahun 2026 ini. Agar ekspansi usaha ini tercapai, kami mohon dukungan semua pihak,” ujar Dedi.(***)

Editor : Hendra Efison
#PT BPR Artha Niaga Solok #kinerja BPR 2025