Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Turun di Asia, Dolar AS Menguat dan Konflik AS-Iran Tekan Pasar

Heri Sugiarto • Kamis, 23 April 2026 | 11:02 WIB
Harga emas dunia hari ini turun 0,7% di perdagangan Asia imbas ketidakpastian konflik Iran-AS dan penguatan dolar.(Foto ilustrasi: Sahabat Pegadaian)
Harga emas dunia hari ini turun 0,7% di perdagangan Asia imbas ketidakpastian konflik Iran-AS dan penguatan dolar.(Foto ilustrasi: Sahabat Pegadaian)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas melemah pada perdagangan Asia, Kamis (23/4/2026), memperpanjang penurunan sebelumnya dan sempat menembus batas bawah area konsolidasi terbaru.

Ketidakpastian terkait perkembangan konflik AS-Iran serta prospek suku bunga Amerika Serikat terus mendorong penguatan dolar dan menekan permintaan terhadap emas.

Berdasarkan data Investing, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$4.704,96 per ons, sementara emas berjangka turun 0,7% menjadi US$4.720,11 per ons pada pukul 10.06 WIB, Kamis (23/4/2026).

Harga spot bahkan sempat menyentuh level US$4.694,23 per ons, menembus kisaran perdagangan US$4.700–US$4.900 per ons yang bertahan dalam dua pekan terakhir.

Ketidakpastian Tekan Harga Emas

Emas masih kesulitan menguat seiring ketidakpastian status pembicaraan AS–Iran. Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, namun kedua negara menunjukkan sedikit keterbukaan untuk melanjutkan negosiasi.

Rencana pembicaraan yang dijadwalkan pekan ini juga gagal terlaksana. Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mencabut blokade sebelum dialog dapat dilakukan, sementara Washington menuntut pembukaan penuh Selat Hormuz.

Namun, Iran tetap mempertahankan blokade di Hormuz, dan AS melanjutkan blokade maritim terhadap Iran serta pengawasan kapal-kapal Iran di Asia. Kondisi ini membuat kedua pihak berada pada kebuntuan.

Kenaikan harga minyak yang kembali menembus US$100 per barel pekan ini turut mempertahankan kekhawatiran inflasi global, dan menambah tekanan terhadap pasar logam mulia.

Penguatan Dolar dan Kebijakan Fed Perburuk Sentimen Pasar Logam

Pasar logam turut tertekan oleh penguatan dolar AS yang bertahan di level tertinggi dalam satu setengah minggu pada Kamis (23/4/2026).

Dolar menguat setelah Kevin Warsh, calon Ketua Federal Reserve pilihan Trump, menyatakan belum membuat komitmen untuk menurunkan suku bunga seperti yang diminta presiden.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penurunan yang lebih dalam. Perak spot turun 2,5% menjadi US$75,7245 per ons, sementara platinum spot turun 1,9% menjadi US$2.040,16 per ons.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #minyak dunia #suku bunga as #dolar as #perang iran