Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pabrik Pinang Ekspor di Akabiluru Serap 600 Pekerja, Mahyeldi: Contoh Investasi Hilirisasi Sumbar

Hendra Efison • Jumat, 29 Mei 2026 | 10:05 WIB
Mahyeldi meninjau pabrik pinang ekspor di Akabiluru yang menyerap 600 pekerja dan mendorong hilirisasi pertanian Sumbar, Kamis (28/5/2026).
Mahyeldi meninjau pabrik pinang ekspor di Akabiluru yang menyerap 600 pekerja dan mendorong hilirisasi pertanian Sumbar, Kamis (28/5/2026).

LIMAPULUH KOTA, PADEK.JAWAPOS.COM — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau pabrik pengolahan pinang ekspor PT Maju Kolpin Sejahtera di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (28/5/2026), yang kini menyerap sekitar 600 tenaga kerja dan menjadi contoh investasi hilirisasi komoditas lokal di Sumbar.

Dalam kunjungan itu, Mahyeldi melihat langsung proses produksi pinang mulai dari perebusan selama dua jam, pengeringan menggunakan oven selama empat hari, hingga tahap pendinginan sebelum produk dikirim ke luar negeri.

Pinang olahan dari pabrik tersebut diketahui telah diekspor ke Vietnam sebagai bahan baku permen pinang. Kehadiran industri itu dinilai mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian masyarakat yang sebelumnya dipasarkan dalam bentuk mentah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi kami mengucapkan terima kasih kepada investor yang telah berinvestasi di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Kehadiran pabrik ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung komoditas pinang sebagai salah satu hasil pertanian unggulan daerah,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Tujuh Kota di Sumbar Jumat 29 Mei 2026, Waspadai Perubahan Cuaca

Menurut Mahyeldi, hilirisasi menjadi langkah penting agar hasil pertanian masyarakat memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi di pasar internasional. Ia menilai investasi berbasis komoditas lokal perlu terus diperluas untuk memperkuat ekonomi daerah.

Ekspor Pinang Sumbar Dorong Nilai Tambah Petani

Mahyeldi menyebut keberadaan pabrik tersebut sejalan dengan semangat Kabupaten Limapuluh Kota sebagai The Central of Agro karena mampu menampung hasil panen petani pinang dari berbagai daerah di Sumbar.

Selain membuka pasar ekspor, industri pengolahan pinang juga membantu menjaga stabilitas harga komoditas di tingkat petani. Dengan adanya pasar yang jelas, petani memiliki kepastian penjualan hasil panen dengan nilai ekonomi yang lebih baik.

Saat ini, sekitar 600 tenaga kerja terlibat dalam aktivitas produksi di PT Maju Kolpin Sejahtera. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan masyarakat lokal Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca Juga: Trump Ancam Bumi Hanguskan Oman

“Ini yang kita harapkan dari sebuah investasi, bukan hanya menghadirkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memberi manfaat langsung bagi daerah,” kata Mahyeldi.

Aktivitas industri tersebut juga mendorong perputaran ekonomi baru di kawasan Akabiluru, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya.

Pemkab Limapuluh Kota Dukung Investasi Agroindustri

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, mengatakan keberadaan pabrik pengolahan pinang sangat membantu petani karena hasil produksi mereka terserap dengan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi antara investor dengan pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi menjadi modal penting untuk memperkuat sektor agroindustri di Limapuluh Kota.

Baca Juga: Urgensi Presiden ke Perancis Dipertanyakan, Pakar HI: Satu Lawatan Harusnya Bisa Hasilkan Kesepakatan Strategis

Ia berharap investasi serupa terus berkembang sehingga semakin banyak komoditas unggulan daerah yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi dan mampu bersaing di pasar ekspor.

Turut mendampingi Gubernur Sumbar dalam kunjungan tersebut yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardiyanto, serta Kepala Biro Umum Andre Algamar.

Keberadaan pabrik pinang ekspor di Akabiluru diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani dan pekerja lokal, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai daerah penghasil komoditas agroindustri berorientasi ekspor.(*)

Editor : Hendra Efison
#pabrik pinang ekspor #hilirisasi Sumbar #limapuluh kota #Akabiluru #Mahyeldi