PADEK.JAWAPOS.COM – Harga minyak dunia berbalik melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026), setelah Iran menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat di Swiss menunjukkan kemajuan signifikan.
Pergerakan tersebut terjadi meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer baru terhadap Iran menyusul serangan Hizbullah ke Israel.
Investing melaporkan, hingga pukul 09.05 WIB, kontrak Brent untuk pengiriman Agustus turun 1,4 persen ke level US$79,48 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,2 persen menjadi US$76,46 per barel.
Kedua kontrak sebelumnya sudah merosot hampir 10 persen sepanjang pekan lalu seiring optimisme pasar terhadap kesepakatan damai sementara yang dicapai para pihak.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan pada Senin bahwa perundingan empat pihak di Swiss untuk mengakhiri perang, menghasilkan "kemajuan besar".
"Abbas Araghchi juga mengatakan AS telah setuju untuk mencabut sanksi terhadap minyak Iran dan melepaskan beberapa aset yang dibekukan," lapor Al Jazeera.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pembahasan teknis akan berlanjut pekan ini di resor Bürgenstock, Swiss.
Para negosiator juga menyepakati kerangka kerja untuk menghentikan pertempuran di Lebanon. Selain itu, mereka membentuk mekanisme komunikasi guna memfasilitasi jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi jalur perairan strategis di kawasan tersebut.
Perundingan berlangsung dalam kerangka kesepakatan damai sementara berdurasi 60 hari yang dimediasi Qatar dan Pakistan.
Pertemuan tersebut mempertemukan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dengan pejabat senior Iran untuk membahas keringanan sanksi, keamanan maritim, serta kerangka negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran.
Di sisi lain, Teheran mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka kembali menutup Selat Hormuz. Langkah itu disebut terkait berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon serta dugaan kegagalan Washington memenuhi komitmen yang berkaitan dengan kesepakatan sementara tersebut.(*)
Editor : Heri Sugiarto