PADEK.JAWAPOS.COM – Harga emas menguat pada perdagangan Senin (2/6/2026) ketika investor mencermati perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss serta prospek kebijakan moneter Amerika Serikat setelah sinyal hawkish dari Federal Reserve pekan lalu.
Investing melaporkan, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi US$4.194,83 per ons pada pukul 09.35 WIB. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat menguat 0,9 persen ke level US$4.211,66 per ons.
Kenaikan tersebut terjadi setelah emas mencatat penurunan 1,4 persen sepanjang pekan lalu dan mengalami tiga sesi pelemahan beruntun.
Logam mulia itu mendapat dukungan setelah pejabat Iran melaporkan adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. Perkembangan tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan berkepanjangan pada pasokan energi global dan menekan harga minyak mentah.
Selain emas, harga perak naik 1,6 persen menjadi US$66,03 per ons. Sementara itu, platinum menguat 0,3 persen ke level US$1.671,60 per ons.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan perundingan empat pihak di Swiss menunjukkan "kemajuan yang baik". Sementara itu, mediator dari Qatar dan Pakistan mengatakan para perunding telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.
Pembahasan teknis dijadwalkan berlanjut sepanjang pekan ini.
Turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut mendukung harga emas karena mengurangi ekspektasi bahwa tekanan harga dari sektor energi akan mendorong Federal Reserve mengambil langkah pengetatan moneter yang lebih agresif.
Harga minyak Brent juga memangkas penguatan sebelumnya setelah muncul tanda-tanda kemajuan diplomatik meski ketegangan di sekitar Selat Hormuz masih berlangsung.
Meski demikian, kenaikan harga emas masih dibatasi oleh ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat dapat bertahan pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Pelaku pasar juga masih mencerna hasil pertemuan Federal Reserve pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, para pembuat kebijakan mempertahankan sikap hawkish dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah risiko inflasi yang masih bertahan.
Analis ING menilai risiko geopolitik masih akan menjadi penopang harga emas. Namun, lingkungan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di Amerika Serikat dapat membatasi ruang kenaikan dalam jangka pendek.
Di sisi lain, Indeks Dolar Amerika Serikat tetap bertahan dekat level tertinggi dalam 13 bulan yang tercapai pekan lalu.
Investor kini menantikan rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat pada pekan ini untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto