Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Usaha, Target Cetak 10 Juta Wirausaha Baru

Rommy Delfiano • Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:10 WIB
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat peran lembaga inkubator usaha sebagai bagian dari strategi mencetak 10 juta wirausaha baru hingga 2029.(Foto: Humas)
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat peran lembaga inkubator usaha sebagai bagian dari strategi mencetak 10 juta wirausaha baru hingga 2029.(Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat peran lembaga inkubator usaha sebagai bagian dari strategi mencetak 10 juta wirausaha baru hingga 2029.

Penguatan ini dilakukan untuk memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan kualitas kewirausahaan, serta mempersiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui lembaga inkubator usaha, calon wirausaha dan pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan yang mencakup pengembangan usaha, akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi, hingga standardisasi.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan program inkubasi memiliki peran penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan karena pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan mereka yang membangun usaha tanpa dukungan inkubator.

Hal tersebut disampaikan Riza dalam Talkshow UMKM Insight di Jakarta. "Banyak orang memiliki ide bisnis, tetapi belum mampu mewujudkannya menjadi usaha yang berkelanjutan. Melalui lembaga inkubator, calon wirausaha dapat memperoleh pendampingan, akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi, dan standardisasi yang dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan," kata Riza.

Inkubator Usaha Jadi Strategi Cetak Wirausaha Baru

Menurut Riza, lembaga inkubator, termasuk yang berada di lingkungan perguruan tinggi, memiliki peran strategis dalam mendampingi pelaku usaha sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan teknologi.

Kehadiran inkubator tidak hanya diarahkan untuk menciptakan usaha baru, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat melalui pengembangan usaha yang memiliki nilai tambah.

Karena itu, Kementerian UMKM terus memberikan dukungan agar kapasitas kelembagaan inkubator dan kualitas layanan pendampingannya semakin optimal.

Inkubasi Terhubung dengan Bursa Wirausaha Unggulan dan Pro-Kesra Produktif

Kementerian UMKM akan menyinergikan program pendampingan melalui lembaga inkubator dengan sejumlah program prioritas, termasuk Bursa Wirausaha Unggulan dan Program Kesejahteraan Produktif (Pro-Kesra Produktif).

Riza menjelaskan integrasi program tersebut dilakukan agar target 10 juta penduduk berwirausaha dapat tercapai secara lebih efektif.

"Pendampingan melalui lembaga inkubator kami integrasikan dengan program Bursa Wirausaha Unggulan dan Pro-Kesra Produktif agar target 10 juta penduduk berwirausaha dapat tercapai secara lebih efektif," ujar Riza.

Bursa Wirausaha Unggulan dirancang sebagai ekosistem pembinaan kewirausahaan yang terintegrasi.

Program tersebut mencakup pelatihan, penguatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, hingga perluasan akses pembiayaan dan pemasaran.

Melalui program ini, generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, maupun pengusaha dapat mengakses berbagai layanan pengembangan usaha secara lebih mudah dan terhubung dalam satu ekosistem.

Sementara itu, Pro-Kesra Produktif difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan sejak tahap pra-produksi hingga pasca-produksi dengan sasaran utama kelompok masyarakat pada desil 5 hingga 10.

Kementerian UMKM Perluas Akses Pendampingan Lewat SAPA UMKM

Untuk memperluas jangkauan layanan, Kementerian UMKM tengah mengintegrasikan proses pendampingan inkubasi ke dalam platform SAPA UMKM.

Langkah tersebut diharapkan memudahkan pelaku usaha di berbagai daerah mengakses layanan pengembangan usaha secara lebih cepat, mudah, dan merata.

Selain memperluas akses layanan, Kementerian UMKM juga terus meningkatkan kualitas proses inkubasi dan kompetensi pendamping kewirausahaan melalui penerapan standar pelatihan, sistem penilaian, serta pemeringkatan lembaga inkubator.

Menurut Riza, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas lembaga inkubator, meningkatkan kualitas layanan pendampingan, dan memperluas peluang UMKM agar berkembang hingga naik kelas.

Pendampingan Dinilai Penting untuk Wirausaha Muda

Head of BINUS Incubator, Aloysius Bernanda Gunawan, mengatakan minat berwirausaha sering tumbuh sejak seseorang berada di bangku pendidikan.

Namun, tidak sedikit pula wirausahawan yang lahir karena kebutuhan untuk menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri.

Menurut Aloysius, calon wirausaha maupun pelaku usaha rintisan membutuhkan pendampingan komprehensif sejak tahap perumusan ide, pengembangan prototipe, hingga penyempurnaan produk.

"Generasi muda memiliki kemampuan belajar yang cepat, adaptif terhadap perubahan, dan kaya akan ide. Jika didukung dengan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya mampu membangun usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.

Sementara itu, Founder Kasisolusi, Deryansha Azhary, menekankan pentingnya pelatihan kewirausahaan yang praktis, aplikatif, dan sesuai kebutuhan usaha saat ini.

Menurut Dery, pelatihan tidak hanya mencakup aspek teknis bisnis, tetapi juga kemampuan komunikasi, literasi, serta penguatan personal branding melalui platform digital.

Ia menilai pendekatan tersebut dibutuhkan pelaku UMKM, terutama di daerah, agar mampu berkembang secara mandiri, meningkatkan daya saing, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dery juga mengapresiasi langkah Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM sebagai sarana pendampingan yang dapat diakses lebih luas oleh pelaku usaha di seluruh Indonesia.

"Pendampingan usaha yang merata melalui SAPA UMKM memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh pelaku UMKM untuk berkembang. Dengan demikian, pertumbuhan usaha tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah di seluruh Indonesia," kata Dery.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Inkubator usaha 10 juta wirausaha baru umkm indonesia umkm kementerian umkm