Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

IPOT Kenalkan AI Trading Berbasis Big Data dan AI Inferencing untuk Investor Ritel Indonesia

Heri Sugiarto • Senin, 13 Juli 2026 | 16:00 WIB
Indo Premier Sekuritas memperkenalkan IPOT AI Trading berbasis AI Big Data dan AI Inferencing di Jakarta.(Foto: IPOT)
Indo Premier Sekuritas memperkenalkan IPOT AI Trading berbasis AI Big Data dan AI Inferencing di Jakarta.(Foto: IPOT)

PADEK.JAWAPOS.COM – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan IPOT AI Trading, yang diklaim sebagai layanan AI trading pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Platform ini menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berbasis analitik institusional ke investor ritel dengan mengintegrasikan AI Big Data, AI Inferencing, dan AI-Powered Decision Engine.

Peluncuran yang diumumkan pada Senin (13/7/2026) itu menjadi langkah IPOT dalam memperluas pemanfaatan AI di sektor investasi. Berbeda dengan penggunaan AI yang selama ini banyak terbatas pada chatbot atau ringkasan informasi, IPOT menempatkan AI sebagai mesin utama dalam proses pengambilan keputusan investasi (decision intelligence).

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan nilai utama AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala besar untuk menghasilkan analisis yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi.

"AI yang sesungguhnya bukan sekadar mampu menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Nilai terbesar AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kapasitas manusia untuk menghasilkan insight yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi. Bagi IPOT, AI bukan sekadar fitur digital, melainkan fondasi baru dalam cara investor memahami pasar, mengevaluasi risiko, dan mengambil keputusan investasi," jelas Moleonoto.

Hadirkan Teknologi AI Institusional untuk Investor Ritel

IPOT menyebut teknologi analitik berbasis AI selama ini identik dengan institusi keuangan besar, hedge fund, dan investor profesional. Melalui konsep AI-based Trading for the Mass Market, perusahaan berupaya menghadirkan teknologi tersebut agar dapat diakses lebih luas oleh investor ritel.

Platform ini dibangun di atas tiga komponen utama, yakni AI Big Data Real-Time yang memproses jutaan variabel pasar secara simultan, AI Inferencing yang menganalisis data secara berkelanjutan untuk menghasilkan keputusan objektif, serta AI-Powered Decision Engine yang mengevaluasi dinamika pasar secara konsisten berbasis data.

IPOT menjelaskan, sistem tersebut mampu mengolah berbagai sumber data, mulai dari pergerakan harga secara tick-by-tick, antrean order book, aktivitas broker, arus dana asing, laporan keuangan, hingga indikator teknikal menggunakan machine learning, pattern recognition, model probabilitas, dan analisis deret waktu (time-series analysis).

Lima Fitur Utama IPOT AI Trading

Kapabilitas AI tersebut diwujudkan melalui lima fitur utama, yaitu:

Menurut IPOT, kelima fitur tersebut memungkinkan investor ritel mengakses teknologi analitik yang sebelumnya hanya tersedia bagi institusi keuangan besar melalui satu aplikasi investasi.

AI Inferencing Jadi Pembeda

IPOT menegaskan bahwa pembeda utama platform ini terletak pada kemampuan AI inferencing, bukan sekadar proses pemrograman (coding).

Perusahaan menjelaskan, proses coding hanya berfungsi membangun platform, sedangkan AI inferencing menjadi "otak" yang memanfaatkan machine learning dan algoritma lanjutan untuk mengubah Big Data menjadi dasar pengambilan keputusan investasi yang cepat, objektif, dan terukur.

Dalam implementasinya, AI mengintegrasikan berbagai variabel pasar, mulai dari transaksi hingga fundamental perusahaan, melalui AI Analytics dan AI Trade Flow untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif.

Didukung Big Data dan Dana Kelolaan Rp312 Triliun

IPOT menyebut platform AI Trading dibangun di atas infrastruktur AI Big Data yang mengintegrasikan jutaan data pasar secara real-time.

Teknologi tersebut ditopang oleh ekosistem investasi IPOT yang memiliki dana kelolaan (asset under custody) sekitar Rp312 triliun. Besarnya volume data tersebut dimanfaatkan untuk melatih model AI agar mampu mengenali pola pasar secara lebih akurat.

Platform ini juga terintegrasi dengan layanan investasi saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu ekosistem, serta didukung sistem keamanan siber berlapis untuk melindungi akun investor dari berbagai ancaman, termasuk phishing.

Selain mengandalkan AI, IPOT mengombinasikan hasil analitik mesin dengan riset institusional yang disusun oleh tim analis untuk memberikan konteks ekonomi yang lebih mendalam.

"IPOT memandang bahwa masa depan investasi tidak ditentukan oleh banyaknya fitur AI, melainkan oleh infrastruktur yang mampu mengintegrasikan data menjadi keputusan finansial yang nyata. Melalui investasi berkelanjutan pada AI Big Data, sistem keamanan berlapis, serta riset institusi, IPOT berkomitmen membawa investor ke era baru yang lebih objektif dan presisi. AI sejati bukan sekadar membuat informasi lebih mudah dibaca, tetapi membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik," tutup Moleonoto.(*)

Editor : Heri Sugiarto
IPOT AI Trading AI Trading Indonesia AI Big Data investasi investor ritel Indonesia indo premier sekuritas