Harga Emas Menguat Tipis usai The Fed Pertahankan Suku Bunga

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:45 WIB
Grafik harga emas dunia menguat setelah The Fed mempertahankan suku bunga, sementara pasar mencermati prospek inflasi Amerika Serikat.(Foto ilustrasi AI)
Grafik harga emas dunia menguat setelah The Fed mempertahankan suku bunga, sementara pasar mencermati prospek inflasi Amerika Serikat.(Foto ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (30/7/2026), setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.

Logam mulia sempat melonjak ke level tertinggi dalam sepekan sebelum memangkas sebagian besar kenaikannya seiring pelaku pasar mencerna pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh.

Dikutip dari Investing, pada pukul 08.01 WIB, harga emas spot (XAU/USD) naik 0,2% menjadi US$4.074,79 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$4.100,42 per ons, level tertinggi dalam sepekan. Sementara itu, emas berjangka menguat 0,9% menjadi US$4.072,40 per ons.

Perak turut menguat 0,6% ke US$57,98 per ons, sedangkan platinum turun 0,3% menjadi US$1.614,87 per ons.

Kenaikan emas pada awal perdagangan didorong oleh pelemahan indeks dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat setelah The Fed mempertahankan suku bunga.

Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Namun, penguatan emas mulai terbatas setelah Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral AS untuk mengembalikan inflasi ke target jangka panjang sebesar 2%, meskipun kebijakan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kali ini.

Setelah pernyataan tersebut, indeks dolar AS kembali stabil di kisaran 100,9, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS juga pulih dari posisi terendahnya setelah keputusan The Fed. Kondisi ini membatasi kenaikan lebih lanjut pada harga emas.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Inflasi AS PCE Kevin Warsh the fed harga emas dunia harga emas hari ini