Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ungkap Fakta Lapangan, Bentuk Tim Investigasi:  Dua Warga Binaan LP Bukittinggi Meninggal 

Nanda Anggara • Jumat, 2 Mei 2025 | 11:30 WIB

PERAWATAN INTENSIF: Suasana di ruangan RSAM Bukittinggi saat penanganan pasien keracunan dari warga binaan LP Bukittinggi, Rabu malam.(DINA AMRINA FOR PADEK)
PERAWATAN INTENSIF: Suasana di ruangan RSAM Bukittinggi saat penanganan pasien keracunan dari warga binaan LP Bukittinggi, Rabu malam.(DINA AMRINA FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Merebaknya kasus miras oplosan berbahan sisa parfum yang diminum ramai-ramai warga binaan di lembaga pemasyarakatan (LP) Bukittinggi, membuat geger banyak kalangan.

Kini, Ditjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) bersama Polresta Bukittinggi sudah membentuk tim investigasi.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, dua orang warga binaan meninggal pada Rabu (30/4) malam di RSUD Bukittinggi dan Kamis pagi di RSAM Bukittinggi.

Setidaknya 23 orang warga binaan LP Bukittinggi dilarikan ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) akibat meminum miras oplosan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, seorang warga binaan yang dipercaya, mencuri sisa alkohol yang digunakan untuk program kemandirian WBP memproduksi parfum,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kementerian Imipas Sumbar, Marselina Budiningsih kepada Padang Ekspres di Bukittinggi, lemarin (1/5).

Menurut dia, alkohol berkadar 70 persen itu dicuri sebanyak 200 mili liter untuk membersihkan tato salah satu warga binaan.
Namun, kemudian disalahgunakan sebagai pencampur miras.

“Alkohol ini disalahgunakan untuk dicampur dengan minuman kemasan ditambah es dan air dan diminum ramai-ramai hingga akhirnya menimbulkan keracunan,” kata Marselina.

Tim investigasi yang dibentuk, tambah,  sedang mengumpulkan semua keterangan dan bukti termasuk jika adanya kelalaian dari petugas LP menimbulkan keracunan.

“Kita berkoordinasi dengan kepolisian dan keluarga warga binaan, dan sudah dilaporkan ke dirjen pusat. Apabila ada unsur kelalaian diproses sesuai ketentuan,” katanya.

Pihaknya belum mengetahui secara persis  kapan warga binaan mengoplos dan mengonsumsi miras itu. Terkait adanya dugaan pesta dengan iringan musik di dalam LP sebelum kejadian, pihak LP sudah membantah.

“Semua hasil inversigasi segera disampaikan kembali setelah proses investigasi selesai dilaksanakan. Kami minta semua pihak untuk bersabar,” imbau Marselina.

Direktur RSAM Busril menyebutkan, pihaknya menerima pasien warga binaan sebanyak 22 orang. “Dari 22 orang yang kita terima di rumah sakit, dua orang dalam kondisi kritis dan dirawat di ICU. Penanganan intensif sudah dilakukan dengan pemasangan ventilator,” ujarnya. 

Sedangkan 11 orang lagi dalam status kuning yang berpotensi kondisinya semakin memburuk. “Kami masih terus berupaya memberikan penanganan terbaik kepada pasien terutama yang status merah dan kuning,” jelasnya. 

Busril menerangkan, dari informasi sementara yang didapat, pasien diduga mengonsumsi bahan baku parfum yang dioplos dengan minuman. “Namun, saya belum menerima informasi secara pasti,” ucapnya. 

Dia menyebutkan bahwa kondisi pasien yang datang ke RSAM bervariasi. “Jadi, ada dalam kondisi berat dan stabil. Namun karena ini kasus keracunan, jadi kondisinya semakin menurun. Makanya, kita awasi secara ketat oleh tim dokter,” tuturnya. 

Pihaknya mengerahkan semua tenaga untuk memberikan penanganan terbaik sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Semua dokter, tenaga dan para medis standby di ruangan,” katanya. 

Sementara itu, Kepala LP Bukittinggi Herdianto saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya masih sedang di jalan. “Nanti kita konfirmasi, saya masih di jalan,” tukasnya.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol. Yessi Kurniati mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan serta mengamankan beberapa barang bukti.

“Kami sudah lakukan langkah awal, hasilnya belum bisa dipastikan. Kami amankan sisa wadah kemasan tempat mengaduk (mengoplos) miras. Beberapa warga binaan juga belum sepenuhnya bisa dimintai keterangan,” kata Yessi. (stg)

Editor : Novitri Selvia
#Marselina Budiningsih #polresta bukittinggi #miras oplosan #Warga Binaan LP Bukittinggi Meninggal #LP Bukittinggi