Peristiwa ini dilaporkan menghanguskan total sembilan unit rumah, dengan rincian enam unit merupakan rumah semi permanen dan tiga unit lainnya bangunan permanen.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukittinggi, Efriadi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurut laporan darurat yang masuk pada pukul 10.56 WIB, api dengan cepat melahap bangunan di RT 03/01, Kelurahan Birugo.
“Kami menerima permintaan bantuan dari rekan-rekan Damkar Kabupaten Agam terkait adanya kebakaran di lokasi tersebut,” ujar Efriadi.
Personel Regu Piket Brama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukittinggi segera diterjunkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman.
Untuk memadamkan amukan si jago merah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukittinggi mengerahkan sedikitnya delapan unit armada dengan dukungan 25 personel.
Operasi pemadaman juga melibatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Agam, yang mengirimkan dua unit mobil damkar dan 10 personel tambahan. “Total 10 armada dan 35 petugas bahu-membahu menaklukkan api,” ungkap Efriadi.
Namun, upaya penanganan sempat terkendala oleh kondisi jalan yang macet, memperlambat laju armada menuju tempat kejadian. Setelah tiba di lokasi, tim gabungan segera mengambil langkah-langkah darurat, termasuk identifikasi lapangan, pendataan warga terdampak, serta fokus pada pemadaman dan pendinginan area yang terbakar.
Kebakaran ini berdampak langsung pada 36 jiwa yang kehilangan tempat tinggal. Salah satu korban terdampak yang terdata adalah Nora (60), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).
Hingga laporan ini disusun, taksiran kerugian material akibat musibah tersebut masih dalam perhitungan. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukittinggi menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih menunggu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Laporan sementara dari Regu Piket Brama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bukittinggi menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Petugas terus melakukan pendataan dan edukasi kepada masyarakat di sekitar lokasi kejadian pasca pemadaman. (cc1)
Editor : Adetio Purtama