PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Senin (15/12) pukul 16.54 WIB. Kolom abu tidak terlihat karena gunung tertutup awan.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Marapi masih berada pada status level II atau waspada. Masyarakat diminta untuk tidak memasuki area radius tiga kilometer dari kawah serta mewaspadai potensi aliran lahar dingin.
“Benar, terjadi erupsi pada Senin (15/12) pukul 16.54. Kolom abu tidak teramati, namun erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ±38 detik,” ujar Ahmad Rifandi, petugas Pos PGA Marapi, Senin (15/12).
Ia menambahkan, saat ini Gunung Marapi masih berada pada status waspada atau level II. Sejalan dengan itu, PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan bagi masyarakat.
“Dengan status level II, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki atau beraktivitas di wilayah dengan radius tiga kilometer dari pusat aktivitas. Selain itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi aliran lahar dingin,” jelasnya.
Ahmad Rifandi menambahkan, potensi aliran lahar dingin akan meningkat terutama saat hujan. Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran lahar dingin diminta untuk tetap waspada.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan atau ISPA,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kondusifitas dengan tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
“Kepada Pemkab Tanah Datar dan Agam serta Pemko Bukittinggi dan Padang Panjang, diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan status Gunung Marapi,” ujarnya.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui website dan media sosial resmi PVMBG. (rna)
Editor : Novitri Selvia