Jalan Kawasan Jam Gadang Bukittinggi Direvitalisasi, Pemko Kaitkan Penataan dengan UMKM

Dian Nurul Haq • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:15 WIB
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meninjau proses perbaikan dan revitalisasi jalan di kawasan Jam Gadang.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meninjau proses perbaikan dan revitalisasi jalan di kawasan Jam Gadang.

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Bukittinggi merevitalisasi jalan di kawasan Jam Gadang untuk memperindah wajah kota sekaligus mendukung aktivitas pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias meninjau langsung proses perbaikan dan penataan kawasan tersebut.

Ramlan mengatakan, penataan kota perlu berjalan seiring dengan pengembangan UMKM.

Menurutnya, kawasan perkotaan yang tertata dan rapi dapat mendukung aktivitas usaha masyarakat serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

“Kalau kota itu tidak tertata dengan baik, dengan rapi, UMKM kita tentu bergeraknya lambat,” ujar Ramlan.

Ia menilai, Bukittinggi perlu menghadirkan inovasi agar semakin banyak orang datang berkunjung.

Kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya membuat mereka menikmati suasana kota, tetapi juga berbelanja dan menikmati kuliner dari pelaku usaha setempat.

“Kita harus orang masuk ke Bukittinggi ada inovasi-inovasi itu juga. Supaya orang datang kemari. Dan kalau datang kemari dia makan, dia belanja, itu yang kita harapkan,” katanya.

Penataan Kawasan dan Penghijauan Kota

Selain memperbaiki jalan, Pemko Bukittinggi menanam pohon Tabebuya di sejumlah kawasan untuk menambah keindahan kota.

Ramlan berharap pohon-pohon tersebut memberikan pemandangan yang lebih menarik ketika berbunga dalam satu hingga dua tahun mendatang.

“Coba tolong lihat satu tahun, dua tahun ke depan, seolah-olah ini akan indah semuanya. Itu yang kita harapkan,” ungkapnya.

Penataan kawasan Jam Gadang menjadi bagian dari upaya pemerintah kota memperbaiki lingkungan perkotaan sekaligus mendukung kegiatan pariwisata.

Namun, pemerintah juga menghadapi persoalan mobilitas kendaraan di pusat kota.

Ramlan mengatakan, jumlah kendaraan terus menjadi perhatian, sementara ruas jalan di Bukittinggi tidak bertambah.

Karena itu, Pemko Bukittinggi tengah mengkaji sejumlah opsi pengaturan lalu lintas bersama dinas terkait dan kepolisian.

Kajian tersebut mencakup kemungkinan membuka kembali akses jalan menuju Pasar Bawah serta mengevaluasi penerapan jalur satu arah.

Rencana itu masih dalam tahap kajian, sehingga belum menjadi keputusan final.

Angkutan Gratis Pelajar untuk Mengurangi Kendaraan

Pemko Bukittinggi juga menjalankan program angkutan kota gratis bagi pelajar SMP.

Program ini diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk mengantar anak ke sekolah, terutama pada pagi hari.

Ramlan menyebutkan, jumlah pelajar yang mendaftar program tersebut sudah lebih dari 800 orang.

Menurutnya, pengalihan perjalanan pelajar ke angkutan kota dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan yang masuk ke pusat kota.

“Coba 800 lebih sepeda motor ataupun mobil masuk kota, pagi, coba bayangkan. Sekarang tidak lagi kan? Dialihkan ke apa, ke angkutan kota,” ujarnya.

Melalui revitalisasi jalan, penataan kawasan, dan pengaturan mobilitas, Pemko Bukittinggi berharap kenyamanan masyarakat serta pengunjung tetap terjaga.

Pemerintah juga mengaitkan penataan kota dengan peluang berkembangnya aktivitas UMKM dan pariwisata. (mg10)

Editor : Hendra Efison
Revitalisasi jalan Jam Gadang Penataan kawasan Jam Gadang UMKM Bukittinggi Pariwisata Bukittinggi ramlan nurmatias