Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nosferatu (2025): Robert Eggers Hidupkan Kembali Legenda Horor Klasik dengan Sentuhan Sinematik Modern

Rafiul Refdi • Rabu, 12 November 2025 | 20:31 WIB

Film Nosferatu (2025) garapan Robert Eggers hadir dengan visual ekspresionistik dan tema eksistensial, menampilkan Bill Skarsgård sebagai vampir tragis nan abadi. (foto: SGS On Film)
Film Nosferatu (2025) garapan Robert Eggers hadir dengan visual ekspresionistik dan tema eksistensial, menampilkan Bill Skarsgård sebagai vampir tragis nan abadi. (foto: SGS On Film)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sutradara Robert Eggers kembali menarik perhatian dunia sinema lewat karya terbarunya, Nosferatu (2025), remake dari film klasik Jerman karya F.W. Murnau yang dirilis pada 1922.

Film ini diproduksi oleh Focus Features dan dijadwalkan tayang global pada 25 Desember 2025, menurut laporan Variety.

Film yang dibintangi Bill Skarsgård, Nicholas Hoult, dan Lily-Rose Depp ini mempertahankan gaya visual ekspresionistik versi asli, namun dengan nuansa gelap dan realistis khas Eggers.

The Hollywood Reporter menyebut Nosferatu sebagai proyek terbesarnya sejak The Lighthouse (2019).

Dalam wawancara bersama Empire Magazine, Eggers menggambarkan film ini sebagai “kisah cinta terkutuk di tengah kematian dan ketakutan abadi.”

Ia menyebut Nosferatu bukan sekadar film vampir, melainkan “puisi visual tentang obsesi dan kehilangan.”

Proses produksi berlangsung selama delapan bulan di Praha, Republik Ceko. Berdasarkan laporan IndieWire, Eggers menggunakan pencahayaan alami dan membangun set bergaya arsitektur abad ke-19 untuk menampilkan atmosfer gotik khas Eropa Timur.

Bill Skarsgård menjalani proses makeup selama enam jam setiap hari demi menciptakan sosok Count Orlok yang menyeramkan namun tragis, menurut Screen Rant.

Lily-Rose Depp tampil sebagai Ellen, karakter yang terjebak antara cinta dan ketakutan terhadap makhluk abadi tersebut.

Skor musik film ini digarap oleh Robin Carolan dan Sebastian Gainsborough (Blanck Mass), yang sebelumnya bekerja sama dengan Eggers dalam The Northman (2022).

Collider mencatat, komposisi mereka memadukan orkestra klasik dan suara ambient industrial untuk menciptakan suasana mencekam.

The Guardian menilai film ini tidak hanya menghadirkan elemen horor, tetapi juga refleksi filosofis tentang kefanaan manusia.

Vampir digambarkan sebagai simbol kesepian abadi dan keinginan manusia terhadap keabadian.

Pemutaran perdana Nosferatu (2025) di Toronto International Film Festival mendapat standing ovation selama delapan menit, menandakan antusiasme tinggi dari penonton dan kritikus.

Variety menyebut film ini sebagai “perpaduan sempurna antara seni dan teror,” sementara IndieWire memprediksi akan menjadi horor artistik paling berpengaruh dekade ini.

Dengan visual atmosferik, akting intens, dan tema eksistensial yang kuat, Nosferatu (2025) menegaskan bahwa genre horor dapat menjadi karya seni yang menggugah dan melampaui batas ketakutan.(CC5)

Editor : Hendra Efison
#Nosferatu 2025 #Film horor 2025 #Robert Eggers