Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bupati Dharmasraya Ultimatum Pejabat Tak Siap Kerja: "Silakan Mundur!"

Zulfia Anita • Senin, 14 April 2025 | 16:45 WIB

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wabup Leli Arni sidak ke unit Peralatan dan Perbengkelan (Alkal) Dinas PUPR.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wabup Leli Arni sidak ke unit Peralatan dan Perbengkelan (Alkal) Dinas PUPR.
PADEK.JAWAPOS.COM—Tegas dan tanpa basa-basi. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melontarkan ultimatum keras kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Dalam apel gabungan yang digelar Senin pagi, 14 April 2025, di halaman kantor bupati, Annisa menegaskan bahwa hanya pejabat yang solid, siap kerja, dan cepat tanggap yang dibutuhkan untuk membangun Dharmasraya ke arah yang lebih baik.

“Kalau tidak siap bekerja, tidak solid, silakan mengundurkan diri,” ujar Annisa lantang di hadapan para ASN dan jajaran pejabat, didampingi oleh Wakil Bupati Leli Arni.

Pernyataan itu bukan sekadar gertakan. Annisa mengungkapkan kekecewaannya terhadap salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang dinilai tidak menunjukkan etos kerja yang memadai.

Ia menyoroti sikap acuh pejabat dinas tersebut yang kerap tidak merespons panggilan serta absen dalam rapat-rapat penting.

“Kita sedang membangun Dharmasraya, bukan main-main. Tidak ada alasan untuk menunda pekerjaan, karena ini tentang mewujudkan harapan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Annisa juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan berat, salah satunya adalah defisit anggaran yang nyaris menyentuh angka Rp100 miliar.

Dalam situasi seperti ini, menurutnya, hanya tim yang solid dan tangguh yang bisa menjawab tantangan tersebut.

“Saya harus menyampaikan ini dengan jujur, meskipun dengan tegas. Karena semua yang saya ucapkan hari ini adalah keluhan nyata dari masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata,” ujar Annisa.

Meski nada pidatonya keras, Annisa tetap menyelipkan harapan dan semangat kolektif. Ia berjanji akan memenuhi hak-hak ASN, termasuk Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), asalkan target kerja bersama tercapai.

“Saya ingin TPP ASN Dharmasraya jadi yang tertinggi di Sumatera Barat. Tapi tentu saja, semua itu harus kita perjuangkan bersama-sama lewat kerja nyata,” tandasnya.

Annisa juga memberikan apresiasi kepada ASN yang telah menunjukkan semangat kerja tinggi selama enam minggu pertama masa kepemimpinannya.

Ia memuji kesiapan para ASN dalam beradaptasi dengan ritme dan budaya kerja baru yang ia dan Wabup Leli Arni bawa sejak awal menjabat.

“Terima kasih atas semangat dan respons cepatnya. Ini menunjukkan bahwa masih banyak yang peduli dan bersungguh-sungguh membangun daerah,” tuturnya.

Annisa menutup pidatonya dengan mengingatkan kembali bahwa menjadi ASN adalah panggilan pengabdian, bukan sekadar pekerjaan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bersatu, jujur, dan kerja keras demi Dharmasraya yang bersih, kuat, dan sejahtera.(ita)

Editor : Hendra Efison
#Bupati Dharmasraya Ultimatum Pejabat #Pejabat Tak Siap Kerja #Silakan Mundur