PADEK.JAWAPOS.COM-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya menyayangkan temuan sejumlah pohon pelindung di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang diduga sengaja dimatikan oleh oknum masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo. Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah pohon pelindung yang mulai mengering daunnya, bahkan ada yang sudah tampak lapuk.
“Yang mengejutkan, dari sejumlah pohon yang mulai mati itu ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pangkal pohon. Ada yang dibakar perlahan di bagian pangkal, ada juga yang dikerat lapisan kulitnya. Bahkan, menurut laporan petugas lapangan DLH, ada juga pohon yang sengaja dibunuh dengan cara disiram menggunakan minyak tanah dan herbisida,” ungkapnya.
Budi menjelaskan, pohon pelindung di sepanjang Jalinsum sebagian besar adalah pohon mahoni, meskipun ada juga jenis pohon lain. Ia menegaskan, pohon mahoni sangat jarang mati tanpa sebab.
Kalaupun terjadi, kemungkinan alami sangat kecil. Dugaan kuat mengarah pada upaya pemusnahan tanaman pelindung untuk tujuan tertentu.
Kematian pohon-pohon tersebut dapat menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan. Bahkan, kondisi pohon yang mulai mengering dan lapuk menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pengendara yang melintas. Wajar jika banyak warga menyampaikan keluhan, bahkan langsung melalui media massa.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa keberadaan pohon pelindung di sepanjang Jalinsum merupakan bagian dari fasilitas pendukung jalan umum. Pohon tersebut berfungsi mengurangi polusi udara dari asap kendaraan bermotor, sekaligus menciptakan suasana sejuk dan teduh bagi pengguna jalan.
Oleh karena itu, Budi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Jalinsum agar turut menjaga kelangsungan hidup pohon pelindung tersebut. Ia berharap tidak ada lagi niat untuk merusak atau mematikan tanaman yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan pengguna jalan itu. (ita)
Editor : Novitri Selvia