Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Integrated Farming Zero Waste Dorong Produktivitas dan Kurangi Sampah di Dharmasraya

Tandri Eka Putra • Kamis, 11 September 2025 | 16:30 WIB
Tim PKM Universitas Dharma Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat di lokasi kegiatan, Juli 2025.
Tim PKM Universitas Dharma Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat di lokasi kegiatan, Juli 2025.

PADEK.JAWAPOS.COM-Kabupaten Dharmasraya memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar. Namun, kelompok pembudidaya ikan setempat masih menghadapi kendala serius, terutama dalam pengelolaan limbah, efisiensi produksi, dan manajemen usaha.

Untuk itu dosen Universitas Dharma Indonesia dan Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pendampingan, berupa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ke kelompok Pembudidaya Ikan, khususnya Pokdakan Rangkiang Farm.

“Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa limbah bisa menjadi sumber daya bernilai ekonomi.” ujar Wulan Andang Purnomo, M.Kom.,

ketua tim pengabdian. Program Integrated Farming System berbasis Zero Waste ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Wulan Andang Purnomo, M.Kom., dan Alex Ferdinal, M.M. (Universitas Dharmas Indonesia), bersama Mistia Sari, M.Si. (Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat).

Kegiatan yang terlaksana pada Bulan Agustus 2025 itu berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.

Lebih lanjut Wulan menyebutkan memanfaatkan teknologi tepat guna dan pemasaran digital, kelompok mampu meningkatkan daya saing usaha mereka, Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan dilakukan mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan intensif.

Solusi yang ditawarkan mencakup pengolahan limbah organik menjadi pakan maggot, pemanfaatan kompos untuk pertanian, penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan kualitas air, pelatihan pembukuan digital, hingga strategi pemasaran berbasis media sosial.

Hasil pendampingan menunjukkan capaian signifikan. Produksi maggot mencapai rata-rata 50 kilogram per hari sehingga mampu memenuhi 50 persen kebutuhan pakan ikan.

Selain itu, program berhasil mengolah 80 persen limbah organik rumah tangga dan mengurangi sampah organik hingga 40 persen.
Dari aspek manajemen usaha, kata Wulan sekitar 85 persen anggota kelompok kini mampu menyusun laporan keuangan secara mandiri.

Sementara itu, 72 persen produk sudah dipasarkan melalui platform digital, dan volume penjualan meningkat hingga 55 persen. Program ini juga mendorong terbentuknya bank sampah dan kegiatan daur ulang sebagai wujud kesadaran lingkungan masyarakat.

Ke depan, tim pengabdian merencanakan replikasi model Zero Waste ke kelompok lain, penguatan kelembagaan Pokdakan, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.

“Kami berharap model ini dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, yang mampu menjawab persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah,” tutup Wulan Andang Purnomo. (*)

 

Editor : Tandri Eka Putra
#Farming Zero Waste #Wulan Andang Purnomo #Universitas Dharma Indonesia #universitas nahdlatul ulama #PKM