Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widiyarso Wardoyo Putro, dalam konferensi pers bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan bahwa sejak hari pertama kasus mencuat, jajaran kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian bersama Dinas Kesehatan.
“Kami bersama Dinas Kesehatan langsung melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari pengambilan sampel makanan, pemeriksaan kelengkapan dapur, termasuk surat-surat izin operasional,” ujar Kapolres.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah korban serta pengelola dapur penyedia makanan MBG. Proses penyelidikan dilakukan secara terpadu bersama unsur pemerintah daerah dan Forkopimda.
Kapolres menyebutkan bahwa peristiwa tersebut telah masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Oleh karena itu, penanganannya dilakukan secara serius dan terkoordinasi lintas sektor.
“Pendalaman masih terus berjalan. Hasil laboratorium sudah keluar dan menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melakukan evaluasi lebih lanjut,” tegasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum menyampaikan secara rinci hasil uji laboratorium tersebut karena masih dalam tahap pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama kepolisian berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya di dapur-dapur MBG lainnya di wilayah Dharmasraya.
Polres Dharmasraya memastikan proses penyelidikan akan terus berlanjut hingga diperoleh kesimpulan yang jelas, sekaligus menentukan langkah hukum maupun pembinaan yang diperlukan. (ita)
Editor : Adetio Purtama