Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemarau Panjang, Warga Ampek Koto Pulau Punjung Dharmasraya Krisis Air Bersih

Zulfia Anita • Kamis, 19 Februari 2026 | 11:52 WIB

Wali Nagari Ampek Koto Pulaupunjung, David Iskan.
Wali Nagari Ampek Koto Pulaupunjung, David Iskan.
PADEK.JAWAPOS.COM–Musim kemarau yang melanda Kabupaten Dharmasraya berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih, khususnya di Nagari Ampek Koto Pulau Punjung.

Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering dalam dua pekan terakhir, memicu keresahan masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Salah seorang warga, Rusdi, mengaku sumur bor miliknya dengan kedalaman sekitar 13 meter tak lagi berfungsi optimal. Biasanya, air langsung mengalir ke bak penampungan begitu pompa listrik dihidupkan. Namun sejak dua minggu terakhir, air tak lagi mengalir seperti biasa.

“Kalaupun keluar, volumenya sangat sedikit, hanya sekitar seperempat bak mandi ukuran kecil dan bercampur pasir,” ujarnya.

Kondisi tersebut menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak. Beberapa warga terpaksa mencari alternatif sumber air di tempat lain.

Seorang warga lainnya menyebut, dirinya memanfaatkan aliran Sungai Batanghari untuk mandi dan mencuci pakaian. Sementara untuk kebutuhan lain seperti memasak dan minum, ia mengambil air dari salah satu masjid di sekitar tempat tinggalnya.

“Kalau untuk membeli air, saya tidak sanggup. Jadi terpaksa memanfaatkan air sungai dan mengambil air di masjid,” tuturnya.

Pemerintah Nagari Koordinasi dengan BPBD

Wali Nagari Ampek Koto Pulaupunjung, David Iskan, membenarkan terjadinya krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan tersebut. Pihak nagari telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya untuk membahas penyaluran bantuan air bersih.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD terkait distribusi air bersih kepada warga. BPBD merespons cepat, dengan catatan adanya surat resmi permohonan bantuan air bersih,” jelas David.

Ia menambahkan, pemerintah nagari segera menyiapkan surat permohonan resmi agar bantuan air bersih dapat segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Dengan langkah tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi sementara waktu hingga kondisi cuaca kembali normal. Pemerintah nagari juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menjaga sumber air yang masih tersedia. (ita)

Editor : Adetio Purtama
#kemarau #krisis air bersih #Pulau Punjung #dharmasraya