PADEK.JAWAPOS.COM–Kabupaten Dharmasraya masuk dalam enam nomine terbaik nasional dalam penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan percepatan pelaksanaan berusaha daerah tahun 2026. Sebagai bagian dari tahapan penilaian, tim uji petik melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (11/8/2026).
Tim uji petik terdiri atas Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Eduardo Edwin Ramda dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Satrio dari PT Surveyor Indonesia.
Kedatangan tim tersebut disambut langsung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Kegiatan berlangsung di Auditorium Dharmasraya dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, serta lembaga terkait.
Baca Juga: Payakumbuh Bedah 100 RTLH pada 2026, 75 Rumah Didukung TKD
Hadir pula Anggota DPRD Dharmasraya Pasdisata Dt Kabilangan, Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag Ren Polres Dharmasraya AKP Rajulan Harahap, Dandim 0310/ SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, Kajari Dharmasraya yang diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar, Ketua Pengadilan Agama Pulau Punjung M Jimmy Kurniawan, serta Ketua LKAAM Dharmasraya Marlon Martua Dt Rangkayo Mulie.
Bupati: Uji Petik Bukan Sekadar Penilaian
Dalam sambutannya, Bupati Annisa menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim penilai dan pendamping ke Kabupaten Dharmasraya.
Menurutnya, uji petik bukan sekadar tahapan evaluasi, tetapi menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperlihatkan secara langsung pelaksanaan pelayanan perizinan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Baca Juga: SMAN 7 Padang Tampilkan Gadis Laut Nusantara di AQUA DBL Dance Competition 2026 West Sumatra
“Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah membangun pelayanan perizinan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta dunia usaha,” kata Annisa.
Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya telah mengikuti pemaparan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 5 Agustus 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian kinerja PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha daerah.
Annisa menegaskan, melalui uji petik, pihaknya siap membuktikan bahwa berbagai program dan inovasi yang disampaikan dalam pemaparan bukan hanya sebatas konsep maupun dokumen administratif.
Baca Juga: Tim Dance SMAN 2 Padang Ajak Remaja Bangkit dan Percaya Diri di AQUA DBL Dance Competition 2026
“Kami siap menunjukkan bahwa apa yang kami sampaikan dalam pemaparan tersebut bukan hanya konsep, bukan hanya dokumen, tetapi merupakan proses yang benar-benar kami jalankan,” ujarnya.
Pelayanan Perizinan Diperkuat dengan Digitalisasi
Kepala DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya, Naldi, mengatakan pihaknya bersama perangkat daerah terkait telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi uji petik.
Penguatan pelayanan dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain digitalisasi layanan, pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS), pendampingan pelaku usaha, penyederhanaan proses perizinan, peningkatan kompetensi aparatur, serta penguatan koordinasi antarperangkat daerah.
Baca Juga: Tim Dance SMAN 2 Padang Ajak Remaja Bangkit dan Percaya Diri di AQUA DBL Dance Competition 2026
Menurut Naldi, kehadiran tim penilai juga menjadi kesempatan bagi Pemkab Dharmasraya untuk memperoleh evaluasi secara langsung mengenai kualitas pelayanan yang telah berjalan.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar inovasi pelayanan yang diterapkan benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Pemkab Dharmasraya turut menghadirkan Duta Perizinan sebagai bagian dari strategi mendekatkan informasi dan pendampingan terkait layanan perizinan kepada masyarakat.
Baca Juga: Bawa Tradisi Minang dan Hip-Hop ke Panggung DBL, SMA Kartika 1-5 Siap Pertahankan Gelar
Investasi Dharmasraya Capai Rp1,368 Triliun pada 2025
Bupati Annisa mengatakan pelayanan perizinan memiliki peran strategis dalam menciptakan kepastian berusaha sekaligus mendorong peningkatan investasi di daerah.
Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Dharmasraya tercatat sekitar Rp1,368 triliun. Capaian tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi daerah.
Investasi tersebut antara lain bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan kelapa sawit, serta real estate dan perumahan.
Baca Juga: Survei SNLIK 2026: 30 Persen Masyarakat Belum Kenal LPS dan Penjaminan Simpanan
Namun, pemerintah daerah menilai investasi tidak semata-mata diukur berdasarkan besarnya nilai investasi yang masuk. Kehadiran investasi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
Dampak tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat, serta terbukanya peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Investasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Annisa.
Baca Juga: Duba Kebab Sitiung 1 Resmi Dibuka, Jadi Cabang ke-10 Milik Aulia Raka Ariri
Dorong Hilirisasi Kelapa Sawit
Selain memperbaiki pelayanan perizinan, Pemkab Dharmasraya juga terus mendorong pengembangan hilirisasi kelapa sawit.
Langkah tersebut diarahkan agar Dharmasraya tidak hanya berperan sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi juga mampu mengembangkan industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah.
Hilirisasi diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Wali Kota Payakumbuh Tegaskan Proyek Pemerintah Bebas Intervensi
Bupati Annisa menegaskan Pemkab Dharmasraya terbuka terhadap evaluasi maupun rekomendasi yang diberikan tim penilai. Masukan tersebut akan menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat iklim investasi.
“Kami ingin membangun Dharmasraya sebagai daerah yang ramah investasi, mudah berusaha, pasti dalam pelayanan, dan kuat dalam kolaborasi,” pungkasnya.
Dengan masuknya Dharmasraya dalam enam nomine terbaik nasional, uji petik tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat secara langsung implementasi pelayanan PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha di daerah. (ita)
Editor : Adetio Purtama