Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Susu UHT Full Cream Langka

Riyadhatul Khalbi • Rabu, 15 April 2026 - 11:36 WIB
Ilustrasi. (REZA FEBRINO/PADEK)
Ilustrasi. (REZA FEBRINO/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Di tengah tren kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, masyarakat kini dihadapkan pada isu kelangkaan susu UHT full cream di sejumlah daerah, khususnya di Kota Padang dan Bukittinggi.

Kelangkaan ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap susu UHT full cream untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Tingginya kebutuhan tersebut berdampak pada terganggunya distribusi di berbagai titik penjualan, seperti minimarket, grosir, dan supermarket.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha yang bergantung pada produk tersebut. Hadi Candra, pemilik kedai kopi di Kota Padang, mengungkapkan bahwa kelangkaan turut mendorong kenaikan harga di pasaran.

“Yang naik drastis itu UHT. Awalnya tidak naik, hanya langka. Tapi karena sulit didapat di Kota Padang, beberapa penjual menaikkan harga,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurutnya, harga susu UHT full cream masih berada di kisaran Rp230.000 per dus. Namun, ketersediaannya terbatas dan pembelian sering kali dibatasi, sehingga pelaku usaha kesulitan menambah stok.

Pantauan di sejumlah minimarket dan supermarket di Kota Padang menunjukkan bahwa produk susu UHT full cream memang jarang ditemukan. Rak pendingin lebih banyak diisi oleh susu UHT dengan berbagai varian rasa dari sejumlah merek.

Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat. RMS, warga Lubuk Begalung, mengaku kesulitan menemukan susu UHT full cream dalam sepekan terakhir.

“Saya sudah beberapa kali ke supermarket, tapi belum juga ada. Akhirnya terpaksa beli susu rasa karamel ukuran kecil,” ujarnya, Selasa (14/4).

Ia berharap kondisi ini segera membaik agar konsumen tidak perlu beralih ke produk alternatif.

Hal senada disampaikan Yusvika Kirana, warga Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi. Ia mengaku telah mengalami kesulitan memperoleh susu UHT full cream sejak akhir 2025.

“Saya biasa beli untuk kebutuhan gizi anak. Sudah cari ke beberapa tempat, tapi susah didapat,” katanya.

Ia menambahkan, selain langka, harga produk juga mengalami kenaikan. Untuk kemasan kecil yang biasa dibeli, harga meningkat dari Rp3.300 menjadi Rp3.700 per kotak.

Akibat kondisi tersebut, ia terpaksa beralih ke susu formula sebagai alternatif. Meski demikian, ia tetap berharap ketersediaan susu UHT full cream segera kembali normal.

Kelangkaan ini menjadi perhatian, mengingat susu UHT full cream merupakan salah satu sumber nutrisi penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

 Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memastikan kelancaran distribusi guna memenuhi kebutuhan pasar. (cr4)

Editor : Adriyanto Syafril
#Mbg #langka