PADEK.JAWAPOS.COM - BYD kian agresif memperluas pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan MPV listrik terbarunya, BYD M6, di Sumatera Barat. Kehadiran kendaraan tujuh penumpang ini tidak hanya menjadi ajang peluncuran produk, tetapi juga menegaskan tren peralihan masyarakat menuju kendaraan ramah lingkungan.
Melalui rangkaian “M6 Moving Tour”, BYD menyambangi sejumlah destinasi wisata di Sumbar sebelum akhirnya menutup kegiatan di Basco City Mall, Padang. Acara penutup tersebut dipadati pengunjung, menandakan tingginya rasa penasaran sekaligus minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Kepala Cabang BYD Bipo Padang, Arrify Aulia R, menyebut peluncuran ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi di daerah. Menurutnya, BYD M6 dirancang agar tetap relevan dengan kondisi infrastruktur saat ini.
“BYD M6 kami hadirkan sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa kekhawatiran soal infrastruktur. Mobil ini efisien, nyaman, dan tetap optimal untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh,” ujarnya, Minggu (26/4).
Secara global, BYD dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terbesar, dengan inovasi pada teknologi baterai. Salah satu andalannya adalah Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP), yang diklaim lebih aman, tahan lama, dan efisien.
Teknologi tersebut menjadi inti performa BYD M6 sebagai Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik tanpa emisi gas buang. Fitur pengereman regeneratif juga disematkan untuk meningkatkan efisiensi energi dengan mengisi ulang baterai saat kendaraan melambat.
Dari sisi desain, BYD M6 mengusung konsep “ Dragon Face” dengan tampilan modern dan dinamis. Interiornya luas dengan konfigurasi tujuh penumpang—segmen yang sangat diminati di Indonesia. Layar sentuh 12,8 inci yang dapat diputar menjadi pusat kendali fitur, didukung material kabin premium untuk kenyamanan pengguna.
Fitur keselamatan turut diperkuat melalui teknologi bantuan pengemudi, seperti kamera 360 derajat dan adaptive cruise control, yang meningkatkan visibilitas serta menjaga jarak aman saat berkendara.
Namun, daya tarik utama justru datang dari fitur Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi ini memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik portabel. Dalam demonstrasi, fitur tersebut bahkan mampu menghidupkan perangkat rumah tangga seperti rice cooker.
“Fitur V2L ini sangat relevan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas energi. Dengan listrik rumah tangga mulai 2.200 VA, mobil ini sudah sangat kompatibel,” jelas Arrify.
Dengan harga mulai Rp403 juta hingga Rp453 juta, BYD M6 diproyeksikan menjadi pemain kuat di segmen MPV listrik Indonesia. Lebih dari sekadar kendaraan, kehadirannya mencerminkan percepatan transformasi menuju mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril