Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Targetkan 1.000 Lapangan Kerja, Kada Didorong Proaktif

Willian. • Selasa, 28 April 2026 | 08:33 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat bersama Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman menyepakati program strategis penciptaan 1.000 lapangan kerja setiap tahun. Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat dorongan kepada kepala daerah di Sumatera Barat agar lebih proaktif membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan resmi di Kantor Sekretariat Kadin Sumbar, Padang, Jumat (24/4), sebagai tindak lanjut undangan kerja sama tertanggal 20 April 2026. Program ini diposisikan sebagai model kolaborasi lintas sektor yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Sumbar.

Salah satu langkah konkret yang akan segera dilaksanakan adalah Job Fair pada 20 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan pelaku usaha, sekaligus menjadi ruang peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia industri.

Wakil Ketua Umum Bidang Litbang dan Pengkajian Kadin Sumbar, Sepris Yonaldi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi membuka akses kerja secara nyata.

“Job Fair ini menjadi pintu masuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga menitikberatkan pada penguatan sektor UMKM, hilirisasi hasil pertanian, serta optimalisasi potensi pariwisata. Komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan sayuran dinilai memiliki nilai tambah tinggi jika dikelola secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Ketua Umum Kadin Sumbar, Ir. H. Buchari Bachter, menilai Pasaman memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan industri berbasis potensi lokal. Ia menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam menarik investasi.

“Kami akan mengajak investor masuk ke Pasaman. Namun, peran aktif pemerintah daerah sangat menentukan agar hilirisasi benar-benar menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Sektor pariwisata juga menjadi perhatian, mulai dari destinasi alam di Lubuk Sikaping hingga wisata religi seperti Masjid Raya Pasaman. Pengembangan sektor ini diyakini mampu memicu lahirnya usaha baru dan memperluas kesempatan kerja masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman, Dr. Ariswan, menyebut sinergi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni “Pasaman Bangkit Berkarakter, Maju, dan Berkeadilan”. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#lapangan kerja #koperasi #umkm