Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dorong Ekonomi Biru, Perkuat Sektor Perikanan Sumbar

Willian. • Jumat, 22 Mei 2026 | 08:40 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Senin lalu (18/5). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Senin lalu (18/5). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemprov Sumbar mendorong penguatan pembangunan ekonomi biru sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Komitmen itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Senin lalu (18/5).

Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi memaparkan sejumlah rencana strategis pengembangan sektor kelautan dan perikanan Sumbar yang diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar dan perlu dikelola secara optimal tanpa mengabaikan keseimbangan ekologis.

Karena itu, Pemprov Sumbar mendorong pendekatan ekonomi biru yang sejalan dengan program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat ini dikelola secara berkelanjutan, sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mahyeldi.

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi mengusulkan empat program prioritas kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program pertama ialah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir dari hulu hingga hilir.

Program kedua adalah pengembangan budidaya perikanan air tawar berbasis sistem bioflok yang diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Integrasi tersebut dinilai penting untuk menjamin pasokan ikan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kita ingin program ini tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga mengusulkan pengembangan UPTD BPBALP Sungai Nipah dan Taluak Buo sebagai sentra produksi hatchery udang vaname untuk wilayah barat Sumatera.

Rencana tersebut, kata Mahyeldi, telah mendapat dukungan KKP melalui kerja sama dengan UPTD BPIU2K Karangasem.

Pemprov Sumbar juga mendorong optimalisasi tujuh kawasan konservasi perairan sebagai kawasan wisata bahari berbasis konservasi dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.

“Seluruh inisiatif ini kita integrasikan dengan pengelolaan kawasan konservasi agar keseimbangan ekologis tetap terjaga, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat dan kekayaan hayati laut tetap terlindungi untuk generasi mendatang,” tutur Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon mengatakan Menteri KKP memberikan dukungan terhadap berbagai program yang diusulkan Pemprov Sumbar, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi biru dan peningkatan produktivitas sektor perikanan.

Menurut Syefdinon, Menteri KKP menilai program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penguatan ekosistem ekonomi kelautan dan perikanan secara terintegrasi.

“Pak Menteri menyampaikan program ini akan memperkuat produksi perikanan tangkap yang ke depan tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga diarahkan untuk ekspor melalui pemanfaatan Pelabuhan Samudra Bungus,” kata Syefdinon.

Ia menambahkan, Menteri KKP juga meminta agar program budidaya bioflok segera direalisasikan, khususnya bagi usulan yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.

Selain itu, KKP juga mendorong penguatan sektor hulu melalui penyediaan induk ikan unggul, pembangunan pabrik pakan, serta pengembangan kerja sama dengan pihak ketiga agar biaya produksi lebih efisien dan keuntungan pembudidaya meningkat.

“Beliau juga meminta agar program ini menjadi program strategis bersama antara provinsi dan kabupaten/kota, dengan melibatkan lintas OPD, perguruan tinggi, dan seluruh stakeholder terkait agar arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sumbar semakin terintegrasi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi didampingi Kepala Bappeda Sumbar, Zefnihan dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#Menteri Kelautan dan Perikanan RI #pemprov sumatera barat