Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dorong Ekonomi, SAKU TABA jadi Motor Wisata Budaya

Syamsu Ridwan • Rabu, 3 Juni 2026 | 08:28 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman melepas itik saat pembukaan kegiatan SAKU TABA di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Minggu (31/5).
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman melepas itik saat pembukaan kegiatan SAKU TABA di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Minggu (31/5).

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat (SAKU TABA) yang digelar di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (Sapaku), Minggu (31/5).

Kegiatan yang memadukan pelestarian adat dan budaya dengan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut resmi dibuka Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, melalui pelepasan itik sebagai tanda dimulainya atraksi pacu itik, tradisi khas masyarakat setempat.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Elzadaswarman menegaskan bahwa sektor budaya dan pariwisata memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

“Potensi budaya, pariwisata, dan UMKM harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, SAKU TABA tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya daerah, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui berbagai usaha lokal.

Ia menilai kawasan Sapaku memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Selain tradisi pacu itik yang telah dikenal luas, daerah tersebut juga memiliki kekayaan kuliner khas berupa gulai itik lado hijau serta sejumlah objek wisata unggulan seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi.

Sementara itu, Lurah Sapaku Deop Darius mengatakan SAKU TABA lahir dari keinginan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas.

Dalam kegiatan tersebut ditampilkan beragam atraksi budaya dan kesenian, mulai dari pacu itik, tari tradisional, silek, randai, hingga hadrah. Selain itu, masyarakat juga menyuguhkan pameran produk UMKM, kerajinan bambu, serta aneka kuliner khas setempat.

“SAKU TABA kami rancang sebagai agenda rutin setiap akhir bulan agar menjadi daya tarik wisata sekaligus wadah promosi bagi pelaku seni dan UMKM,” kata Deop.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap SAKU TABA dapat terus berlanjut sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

Dengan menggabungkan kekuatan budaya, tradisi, dan potensi ekonomi lokal, SAKU TABA diharapkan mampu menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat Payakumbuh. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#umkm #wisata budaya