Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UEP Panti Mart Muhammadiyah Model Kemandirian Ekonomi

Yoni Syafrizal • Jumat, 12 Juni 2026 | 08:35 WIB
Terlihat Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Saifullah, saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Panti Mart di Rawang, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. (DOK PADEK)
Terlihat Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Saifullah, saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Panti Mart di Rawang, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. (DOK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Usaha Eko­nomi Produktif (UEP) Panti Mart milik Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan resmi dibuka di Rawang, Painan Utara, Kamis (11/6). Pe­res­mian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Saifullah, bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pesisir Selatan, Hadi Susilo, Kepala Panti Asuhan Aprinal, serta Ketua PDM Muhammadiyah Pesisir Selatan, Buya Aprizal.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Salim Muhaimin, perwakilan Dinas Sosial Pesisir Selatan Sanusi, Wali Nagari Painan Utara Bambang, mitra usaha, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Pro­vinsi Su­matera Barat, Saifullah, men­jel­askan bahwa pemerintah provinsi menyalurkan hi­bah UEP sebagai upaya mendorong ke­mandirian panti asuhan. Ia me­nyebutkan, dari 136 panti di Su­matera Barat, hanya delapan panti yang menerima bantuan pa­da 2026, termasuk Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepercayaan agar panti­ mampu mengembangkan usa­ha produktif secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap Panti Mart dapat berkembang sebagai unit usaha sembako dan kebutuhan rumah tangga yang dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai sosial. Ia juga mendorong pengelola untuk menjalin kemitraan usaha agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan. “Kelola usaha dengan baik, ba­ngun kemitraan, dan tetap uta­­makan prinsip sosial. Insya­Allah usaha ini bisa menjadi sum­ber kemandirian panti,” katanya.

Saifullah juga mengajak masyarakat untuk berbelanja di Panti Mart sebagai bentuk dukungan sosial.

“Berbelanja di sini berarti ikut membantu keberlangsungan panti dan masa depan anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, Hadi Susilo, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai Panti Mart tidak hanya menjadi unit usaha, tetapi juga sarana edu­kasi ekonomi bagi anak asuh.

Ia menjelaskan, lokasi usa­ha yang berada di kawasan padat penduduk serta dukungan lahan hibah seluas 800 meter persegi dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan men­jadi faktor penting dalam pengembangan usaha.

“Lahan ini kami siapkan sebagai tempat tinggal sekaligus sarana usaha. Kini manfaatnya mulai dirasakan,” ujar­nya.

Menurutnya, UEP relatif tahan terhadap gejolak eko­nomi sehingga layak dikem­bangkan oleh lembaga sosial. Ia berharap Panti Mart dapat menjadi contoh bagi panti lainnya di Pesisir Selatan.

“Ke depan, masyarakat kami harapkan tidak hanya berbelanja, tetapi juga menjadikan tempat ini sebagai ruang berbagi,” katanya.

Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan, Aprinal, menyampaikan bahwa bantuan hibah tersebut dimanfaatkan untuk membangun usaha sesuai potensi lokasi.

Ia menjelaskan, kawasan padat penduduk menjadi peluang pengembangan usaha kebutuhan harian. Selain itu, lahan panti seluas 800 meter persegi yang telah bersertifikat menjadi syarat penerima hibah senilai Rp100 juta.

Saat ini, panti menampung 29 anak asuh yang terdiri dari 23 pe­rempuan dan 6 laki-laki. Ia me­negaskan Panti Mart juga menjadi sarana pembelajaran kewi­rausahaan bagi anak-anak asuh.

“Anak-anak belajar mengelola usaha dan memahami dunia bisnis sebagai bekal masa depan,” ujarnya.

Ketua PDM Muhammadi­yah Pesisir Selatan, Buya Ap­rizal, menegaskan bahwa usaha panti harus menjaga keseimbangan antara nilai sosial dan prinsip bisnis.

“Usaha ini berbasis sosial, tetapi tetap dikelola secara profesional. Sosial tidak boleh dibisniskan, dan bisnis tidak boleh kehilangan nilai sosial,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap tantangan dalam usaha harus dihadapi dengan kesiapan, karena peluang selalu sejalan dengan risiko.

“Semakin besar tantangan, semakin besar peluang. Karena itu, keberanian dan kesiapan menjadi kunci keberhasilan,” tuturnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#Usaha Eko­nomi Produktif (UEP)