PADEK.JAWAPOS.COM -- Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Panti Mart milik Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan resmi dibuka di Rawang, Painan Utara, Kamis (11/6). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Saifullah, bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pesisir Selatan, Hadi Susilo, Kepala Panti Asuhan Aprinal, serta Ketua PDM Muhammadiyah Pesisir Selatan, Buya Aprizal.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Salim Muhaimin, perwakilan Dinas Sosial Pesisir Selatan Sanusi, Wali Nagari Painan Utara Bambang, mitra usaha, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Saifullah, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi menyalurkan hibah UEP sebagai upaya mendorong kemandirian panti asuhan. Ia menyebutkan, dari 136 panti di Sumatera Barat, hanya delapan panti yang menerima bantuan pada 2026, termasuk Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepercayaan agar panti mampu mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap Panti Mart dapat berkembang sebagai unit usaha sembako dan kebutuhan rumah tangga yang dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai sosial. Ia juga mendorong pengelola untuk menjalin kemitraan usaha agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan. “Kelola usaha dengan baik, bangun kemitraan, dan tetap utamakan prinsip sosial. InsyaAllah usaha ini bisa menjadi sumber kemandirian panti,” katanya.
Saifullah juga mengajak masyarakat untuk berbelanja di Panti Mart sebagai bentuk dukungan sosial.
“Berbelanja di sini berarti ikut membantu keberlangsungan panti dan masa depan anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, Hadi Susilo, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai Panti Mart tidak hanya menjadi unit usaha, tetapi juga sarana edukasi ekonomi bagi anak asuh.
Ia menjelaskan, lokasi usaha yang berada di kawasan padat penduduk serta dukungan lahan hibah seluas 800 meter persegi dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha.
“Lahan ini kami siapkan sebagai tempat tinggal sekaligus sarana usaha. Kini manfaatnya mulai dirasakan,” ujarnya.
Menurutnya, UEP relatif tahan terhadap gejolak ekonomi sehingga layak dikembangkan oleh lembaga sosial. Ia berharap Panti Mart dapat menjadi contoh bagi panti lainnya di Pesisir Selatan.
“Ke depan, masyarakat kami harapkan tidak hanya berbelanja, tetapi juga menjadikan tempat ini sebagai ruang berbagi,” katanya.
Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan, Aprinal, menyampaikan bahwa bantuan hibah tersebut dimanfaatkan untuk membangun usaha sesuai potensi lokasi.
Ia menjelaskan, kawasan padat penduduk menjadi peluang pengembangan usaha kebutuhan harian. Selain itu, lahan panti seluas 800 meter persegi yang telah bersertifikat menjadi syarat penerima hibah senilai Rp100 juta.
Saat ini, panti menampung 29 anak asuh yang terdiri dari 23 perempuan dan 6 laki-laki. Ia menegaskan Panti Mart juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi anak-anak asuh.
“Anak-anak belajar mengelola usaha dan memahami dunia bisnis sebagai bekal masa depan,” ujarnya.
Ketua PDM Muhammadiyah Pesisir Selatan, Buya Aprizal, menegaskan bahwa usaha panti harus menjaga keseimbangan antara nilai sosial dan prinsip bisnis.
“Usaha ini berbasis sosial, tetapi tetap dikelola secara profesional. Sosial tidak boleh dibisniskan, dan bisnis tidak boleh kehilangan nilai sosial,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap tantangan dalam usaha harus dihadapi dengan kesiapan, karena peluang selalu sejalan dengan risiko.
“Semakin besar tantangan, semakin besar peluang. Karena itu, keberanian dan kesiapan menjadi kunci keberhasilan,” tuturnya. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril