Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BUMNag Migor jadi Penggerak Ekonomi Nagari

Yoni Syafrizal • Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:20 WIB
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Perekonomian Kecamatan Airpura, Apral, saat meninjau unit usaha BUMNag Ingat Maju Jaya di Nagari Inderapura Timur, yang bergerak di sektor perdagangan minyak goreng.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Perekonomian Kecamatan Airpura, Apral, saat meninjau unit usaha BUMNag Ingat Maju Jaya di Nagari Inderapura Timur, yang bergerak di sektor perdagangan minyak goreng.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Upaya penguatan ekonomi nagari di Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan, terus didorong melalui pengembangan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), khususnya pada unit usaha perdagangan minyak goreng (Migor) yang dinilai memiliki potensi langsung terhadap peningkatan pendapatan nagari dan ekonomi masyarakat.

Kepala Seksi Pemberdaya­an Masyarakat dan Perekonomian Kecamatan Airpura, Apral, melakukan peninjauan ke BUMNag Ingat Maju Jaya di Nagari Inderapura Timur pada Senin (8/6) lalu. Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat sejauh mana kontribusi unit usaha BUMNag terhadap perputaran ekonomi lokal.

Menurut Apral, BUMNag memiliki posisi strategis dalam mendorong kemandirian eko­nomi nagari, terutama melalui unit usaha yang menyentuh kebutuhan masyarakat seperti Pangkalan Operasi Minyak Goreng (POM Migor). Usaha ini dinilai tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai sumber pendapatan nagari.

“Kami melakukan peninjauan untuk melihat langsung perkembangan usaha dan memastikan pengelolaan berjalan optimal,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (12/6).

Dalam peninjauan tersebut, kecamatan menyoroti tiga aspek utama yang berkaitan langsung dengan kinerja eko­nomi BUMNag, yakni akti­vi­tas usaha, kondisi sarana-prasarana, serta sistem tata kelola pengelolaan usaha.

Apral menegaskan, keberlanjutan dampak ekonomi dari BUMNag sangat ditentukan oleh profesionalisme pengelolaan. Tanpa manajemen yang baik, potensi usaha tidak akan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan pendapatan nagari.

“Pengurus BUMNag perlu meningkatkan kapasitas manajemen agar mampu me­nge­lola usaha secara profesional dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menilai, hasil sementara dari peninjauan menunjukkan adanya potensi ekonomi yang cukup menjanjikan, terutama dari pengembangan usaha Migor. Namun demikian, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan sistem evaluasi dan pengawasan secara berkala agar dampaknya lebih optimal bagi masyarakat.

Pemerintah kecamatan, lanjut Apral, akan terus melakukan pendampingan dalam penguatan manajemen serta pengembangan unit usaha BUMNag sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi berbasis nagari.

Sementara itu, Camat Airpura, Legiandru, menegaskan bahwa pengembangan BUMNag merupakan salah satu instrumen penting dalam memper­kuat ekonomi masyarakat nagari di tingkat bawah. “Kami mendukung langkah pembinaan ini agar BUMNag dapat berkem­bang dan memberi manfaat bagi ma­sya­rakat,” ujarnyaE saat dihubungi, Jumat (12/6).

Ia menambahkan, pengelolaan BUMNag harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat peran usaha nagari dalam ekonomi lokal.

Legiandru juga mendoro­ng adanya inovasi dalam pe­ngem­bangan unit usaha sesuai dengan potensi wilayah, sehingga BUMNag tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Dari itu saya mengimbau pengurus BUMNag untuk menjaga komitmen dan konsistensi dalam mengelola usaha sehingga dapat berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari,” tegasnya. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#BUMNag #minyak goreng