Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pergeseran Usaha ke Platform Digital Disorot

Safrizal Putra • Kamis, 18 Juni 2026 | 08:55 WIB
Petugas sensus ekonomi saat Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor BPS Kabupaten Tanahdatar, Rabu (17/6). Sebanyak 458 petugas diterjunkan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di Tanahdatar.
Petugas sensus ekonomi saat Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor BPS Kabupaten Tanahdatar, Rabu (17/6). Sebanyak 458 petugas diterjunkan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di Tanahdatar.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Seba­nyak 458 petugas Sensus Eko­nomi 2026 mulai diterjunkan untuk mendata seluruh aktivitas usaha di Kabupaten Tanahdatar selama 2,5 bulan ke de­pan. Pendataan yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 itu menjadi langkah strategis dalam memetakan kondisi riil perekonomian daerah, termasuk menangkap fenomena pergeseran aktivitas usaha dari sektor konvensio­nal ke ekosistem digital.

Pelaksanaan Sensus Eko­nomi 2026 di Kabupaten Ta­nahdatar resmi ditandai melalui Apel Siaga dan Pencana­ngan yang digelar di halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanahdatar, Rabu (17/6). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly.

Prosesi pencanangan di­tandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan pe­tugas sensus, penyerahan kartu perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ke­tenagakerjaan, serta penandatanganan komitmen bersama lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan sensus dan menjaga validitas data yang dikumpulkan di lapangan.

Dalam sambutannya, Ahmad Fadly menegaskan bahwa akurasi dan objektivitas data menjadi kunci utama keberhasilan sensus. Menurutnya, seluruh kebijakan pembangu­nan dan pemberdayaan eko­nomi hanya akan tepat sasaran apabila disusun berdasarkan data yang valid dan dapat di­pertanggungjawabkan.

“Kita ingin data ini benar-benar data yang jujur, utuh, real, tidak dibuat-buat, tidak ada tekanan, tidak ada pesa­nan, tidak ada kepentingan pribadi atau golongan. Yang ada hanya kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat. Data-data yang dikumpulkan oleh petugas sensus ini nantinya menjadi pijakan atau dasar kita untuk bekerja. Kita harus bekerja berdasarkan data,” tegas Ahmad Fadly, dikutip dari media sosial Pemkab Tanahdatar.

Ia menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai program pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Tanahdatar. Dengan data yang akurat, pemerintah daerah dapat merancang intervensi yang lebih tepat sesuai kebutuhan pelaku usaha.

“Jika data ini jujur dan baik, kita bisa melakukan pendekatan yang tepat kepada pelaku usaha, sehingga pada intinya kita ingin usaha-usaha yang ada di Tanahdatar ini bisa ber­kem­bang lebih maju lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Fadly juga menyoroti perubahan pola usaha ma­sya­rakat yang kini semakin berge­ser ke platform digital. Menurutnya, menurunnya aktivitas di pusat-pusat pertokoan tidak selalu mencerminkan perlambatan ekonomi karena sebagian transaksi telah berpindah ke marketplace dan kanal digital lainnya.

“Kita tidak menghalangi usa­ha seperti itu, justru tetap men­dukung. Kita berharap pe­dagang dan UMKM kita memanfaatkan teknologi digital dan marketplace untuk menjual produknya. Kita tidak bisa melawan per­kem­bangan teknologi, tetapi harus mampu memanfaatkannya untuk memperluas pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Tanahdatar, Taufik Amnul Hayat, menjelaskan bahwa sebanyak 458 petugas sensus telah disiapkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah administratif Ka­bupaten Tanahdatar.

“Sebanyak 458 petugas akan melakukan pendataan selama 2,5 bulan. Pendataan ini mencakup seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha rumah tangga, UMKM hingga perusahaan besar. Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar serta jujur, karena data tersebut akan menjadi gambaran kondisi perekonomian Kabupa­ten Tanahdatar ke depan,” ujar Taufik.

Menurutnya, sensus ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi usaha, perputaran eko­nomi, volume transaksi, serta karakteristik berbagai unit usa­ha yang beroperasi di Tanahdatar. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, BPS telah melakukan sosialisasi melalui pemerintah nagari, kecamatan, pemasangan media luar ruang, hingga menggandeng jaringan Badan Mas­jid Taklim.

Taufik menegaskan, partisipasi dan keterbukaan para pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menghasilkan data berkualitas. Data tersebut nantinya tidak hanya menjadi basis statistik nasional, tetapi juga menjadi rujukan pemerintah daerah dalam merancang berbagai program pembinaan, termasuk pelatihan digital marketing dan pemberian stimulus bagi pengembangan usaha masyarakat.

Dengan dimulainya Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar berharap tersedianya data yang akurat dan komprehensif sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan eko­nomi daerah yang lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan. (cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#badan pusat statistik #Sensus Ekonomi 2026