Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kisah Dzul Irsyadul Fikri, Mahasiswa Sumbar di Universitas Al Azhar

Novitri Selvia • Jumat, 23 September 2022 | 10:40 WIB
FOKUS: Skuad Semen Padang FC bekerja keras dalam mempersiapkan diri untuk menjamu PSMS Medan di Stadion H Agus Salim Padang, malam ini.(INSTAGRAM SEMEN PADANG FC)
FOKUS: Skuad Semen Padang FC bekerja keras dalam mempersiapkan diri untuk menjamu PSMS Medan di Stadion H Agus Salim Padang, malam ini.(INSTAGRAM SEMEN PADANG FC)
Mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di luar negeri menjadi dambaan banyak orang. Salah satunya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Dzul Irsyadul Fikri, 19, kini tengah menjalani perkuliahan semester 3 di Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Dia adalah alumni MAN 2 Padang yang sedari awal memang mendambakan untuk menyambung pendidikan ke salah satu perguruan tinggi tertua di dunia tersebut.

Fikri, begitu sapaan akrabnya, berasal dari Kenagarian Pasirpalangai, Kecamatan Ranahpesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Anak pertama dari tiga bersaudara ini bukan berasal dari keluarga menengah ke atas. Ayahnya Efrizal seorang petani. Lalu ibunya Aida Muslina S guru di MTsN.

Untuk bisa kuliah di kampus yang telah memberikan gelar doktor honoris causa kepada Buya Hamka ini, Fikri harus bersaing dengan 5 ribu pelajar se-Indonesia pada tahun 2021.

“Saya tidak menyangka lolos seleksi menuju Kairo usai mengalahkan para saingan yang juga pasti terbaik dari setiap daerah di Indonesia,” ujarnya kepada Padang Ekspres via telepon, Selasa (20/9) lalu.

Waktu itu dari dari MAN 2 Padang ada seorang lagi yang juga lolos. Dia kawan seangkatan Fikri. Sebelum bersaing dengan siswa dan siswi lainnya se-Indonesia, Fikri mendapatkan bimbingan belajar tambahan dari sekolahnya. Menjelang seleksi, dia belajar dengan giat.

Keberhasilannya lolos ke Al Azhar mendapat apresiasi dari pihak sekolahnya. Sebab sudah lama lulusan MAN 2 Padang tidak lolos ke Al Azhar.

“Dulu para senior kami setiap tahunnya lolos untuk masuk ke Al Azhar. Kami seperti pembuka keran untuk siswa MAN 2 Padang lainnya untuk berkuliah di Mesir. Tahun ini kami mendengar ada satu lulusan MAN 2 Padang yang akan berkuliah di Mesir,” ucapnya.

Sebelum mengikuti seleksi ke Al Azhar, Fikri sebenarnya sempat mendaftar ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Seperti UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Andalas (Unand). Di kampus itu sebenarnya dia juga lulus.

Tapi di saat yang bersamaan muncul seleksi masuk Universitas Al Azhar dari Kemenag. Ini kesempatan yang langka yang tak mau dilewatinya. Karena seleksi tersebut terbatas dan hanya sedikit orang yang bisa lolos.

Fikri pun tak ingin menyia-nyiakan peluang. Dia langsung mendaftarkan diri dan hingga akhirnya berhasil lolos. Fikri merasa, ada perbedaan yang sangat jauh dari yang ia rasakan di Indonesia dalam proses menuntut ilmu.

Menurutnya, level pembelajaran dan persaingan akademis tiap-tiap mahasiswa yang berkuliah di sana sangat terasa berbeda dari Indonesia. “Level pembelajaran mereka sudah di tingkatan yang berbeda. Ada kesulitan sat awal. Namun di semester 3 saya disini, hal tersebut sudah terbiasa hingga sekarang,” ucapnya.

Fikri berharap kedepannya ia dapat terus melaju dan sukses kedepannya meraih ilmu setinggi-tingginya dan membanggakan kedua orang tuanya. “Jika diizinkan saya ingin melanjutkan pendidikan di Mesir ke jenjang lebih tinggi agar dapat bermanfaat untuk sekitar jika kembali ke Indonesia,” ungkapnya.

Harapan yang sama juga diutarakan oleh Aida Muslina ibunda Fikri saat dihubungi via telepon. Ia dan keluarga di Pesisir Selatan mengharapkan anak pertama mereka dapat berhasil di negeri orang.

Dia mengaku, kecemasan sempat mengganggu hatinya saat anaknya tersebut membulatkan tekad untuk ke Mesir. Jarak yang jauh dan tanpa sanak saudara di sana membuat hatinya berat melepas Fikri. Namun berkat keyakinan anaknya yang gigih ingin meraih cita-cita di kampus yang ia dambakan, hati Aida luluh dan mengizinkan anaknya berkuliah di Al Azhar.

“Di awal semester Fikri mengatakan kepada saya ia berhasil meraih peringkat 51 dari 1000 orang mahasiswa seangkatannya di Mesir. Saya tentunya bersyukur ia dapat bersaing dengan ribuan mahasiswa internasional yang tentunya memiliki kemampuan dan kepintaran yang tidak kalah hebatnya. Mengetahui hal tersebut saya dan keluarga terus berdoa mudah-mudahan ia terus berhasil hingga lulus nantinya,” katanya.

Mendapatkan Info Beasiswa dari Senior

Pada tahun 2021 saat prosesi ujian seleksi ke Al Azhar berlangsung, Fikri mendapatkan informasi dari seniornya terkait beasiswa UPZ Baznas Semen Padang untuk Program Pendidikan “Ceria Bisa Sekolah” tahun 2022.

Program tersebut diluncurkan UPZ Baznas Semen Padang untuk membantu pendidikan generasi penerus Sumbar tanpa terkecuali untuk keluar negeri. Setelah mendapatkan info tersebut Fikri langsung mendaftarkan diri.

Tak berselang lama ia dinyatakan lulus sebagai salah satu penerima bantuan pendidikan dari UPZ Baznas Semen Padang dan berhak menerima bantuan sebesar Rp 5.000.000. Dia mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut sangat membantu apalagi menjelang proses keberangkatannya untuk berkuliah di Mesir.

“Sungguh besar manfaat yang dirasakan dari bantuan tersebut sehingga membantu meringankan beban saya untuk menempuh mesir dan berkuliah di Al Azhar,” tuturnya.

Tentunya Fikri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UPZ Baznas Semen Padang yang telah memberikan beasiswa kepada dirinya. “Kedepannya saya pribadi akan memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang telah mendukung saya selama ini. Mudah-mudahan apa yang saya impikan dapat tercapai,” tukasnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#Dzul Irsyadul Fikri #UPZ BAZNAS Semen Padang #universitas al azhar