Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Emi Arlin, Perajin Batik Minang: Konsisten Kembangkan Batik Kajang Padati

Novitri Selvia • Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:03 WIB
Konsistensi: Ermiwati pemilik brand Emi Arlin menunjukan kain batik khas Minang dengan motif kanjang padati hasil karyanya. (Suyudi/Padek)
Konsistensi: Ermiwati pemilik brand Emi Arlin menunjukan kain batik khas Minang dengan motif kanjang padati hasil karyanya. (Suyudi/Padek)
Menjaga konsistensi dan eksistensi dalam pembuatan kerajinan khas Minang tentunya bukan sebuah perkara yang mudah. Apalagi hingga menjadi besar dan memiliki nama yang dikenal banyak orang. Satu diantaranya Ermiwati pemilik dari brand Emi Arlin.

Wanita yang akrab disapa Emi itu saat ini eksis dengan batik motif kajang padati yang telah ia patenkan. Motif kajang padati tersebut terinspirasi dari rumah gadang kajang padati yang menjadi salah satu ciri khas masyarakat di perantauan seperti Kota Padang.

Ia menceritakan merasa tertarik dengan rumah gadang kajang padati yang masih asing di sebagian masyarakat. Banyak orang awam mengira rumah gadang kajang padati sama dengan rumah gadang biasa pada umumnya. Karena itulah ia bersemangat mengangkat motif tersebut sebagai motif dari batik yang ia buat.

“Kita memperkenalkan motif kajang padati kepada masyarakat agar masyarakat dapat lebih mengenal beragam jenis motif dari batik khas Minangkabau,” katanya.

Emi mengungkapkan masih banyak motif-motif asli Minang yang belum diekspos oleh banyak perajin. Dengan banyaknya motif tersebut tentunya dapat memunculkan ide dan inovasi terbaru tentang produksi batik di Sumbar. Tentunya ini dapat menjadi nilai ekonomis bagi perajin batik dengan keunikannya tersendiri.

“Sebagian masyarakat hanya mengenal motif tanah liek dan beberapa motif terkenal lainnya, lalu terus melakukan pengulangan motif tersebut dan diperjual belikan. Sedangkan di Sumbar sendiri masih banyak motif-motif yang dapat dieksplore lebih mendalam, sehingga dapat menghasilkan kreasi-kreasi batik yang baru setiap tahunnya,” ucapnya.

Emi mengatakan industri yang ia tekuni tersebut dan rekan-rekan lainnya berada di posisi terbawah selama dua tahun pandemi Covid-19 menyerang. Ia sangat terpukul akibat pandemi. Bisa dibilang jual beli produk hasil buatannya merosot tajam.

Demi menjaga industrinya terus berjalan perlu inovasi dan kreatifitas agar roda perekonomian terus berputar. Salah satunya dengan beralih membuat baju APD untuk tenaga kesehatan selama pandemi.

Emi menyebutkan selama pandemi menyerang usahanya dapat bertahan bahkan bisa menyerap serta mempekerjakan hingga 70 orang perajin yang juga ikut terdampak pandemi.

“Dengan membuat APD selama pandemi Covid-19 melanda kita tetap bisa bertahan dan hasil yang didapat bahkan bisa di luar ekspetasi. Selain itu selama pandemi kita juga bisa mempekerjakan masyarakat di saat banyaknya masyarakat yang terkena dampak pandemi waktu itu,” ceritanya.

Kini industri batik kajang padati yang ia geluti sudah mulai kembali normal seperti semula. Bahkan di tahun ini ia bisa dikatakan cukup sukses karena pada saat pagelaran Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XV pada 7-10 Agustus 2022 di Padang, batik kajang padati miliknya menjadi salah satu souvenir untuk para kepala daerah yang hadir dalam perhelatan tersebut.

“Sekitar 400 box yang berisikan deta dan baju batik sebagai cenderamata untuk para peserta Apeksi di Kota Padang seperti kepala daerah dan istri. Tentunya hal tersebut dapat mengangkat nama batik Minang di tingkat nasional,” ucapnya.

Meski demikian, untuk kemajuan batik khas Minang masih butuh dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam memajukan dan mengekspose batik-batik khas Minang lainnya.

“Seperti kajang padati sudah menjadi brand bagi masyarakat, bahwasanya kajang padati sangat erat kedekatannya dengan Kota Padang. Tentunya dengan usaha yang kita lakukan selama ini dapat menjadi ajang pelestarian kebudayaan Minangkabau, sekaligus bagi pemerintah untuk memajukan sektor UMKM dari batik khas Minang. Masih banyak motif khas Minang yang bisa dikembangkan. Untuk itu kita berharap pemerintah mau membantu para pelaku UMKM batik untuk berkembang lebih baik lagi,” harapnya.

Emi pun mengatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengembangkan UMKM perajin batik yang ada di Sumbar. “Kita bisa memberikan pelatihan dan lainnya kepada pelaku UMKM skala kecil sehingga batik khas Minang dapat terus berkembang,”tutupnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#Batik Minang #brand Emi Arlin #kajang padati #emi arlin