Seorang korban gempa di Turki berhasil diselamatkan tim penyelamat setelah 48 jam tertimbun hidup-hidup di reruntuhan bangunan bersama istrinya yang telah meninggal.
Foto dari lokasi penyelamatan di kota Hatay Turki yang dilansir Dailymail, menunjukkan pria itu terjepit di antara lempengan beton yang runtuh dan tubuh tak bernyawa istrinya.
Saat penyelamat menyinari batas reruntuhan, pria bernama Abdulalim Muaini tersebut terlihat menyipitkan mata dan mengulurkan tangan.
Muaini kemudian dibawa keluar dari reruntuhan bangunan, bersama jenazah istri dan dua putrinya yang tewas. Tim penyelamat membaringkannya di lantai untuk memberikan perawatan medis, beberapa langkah dari tempat jenazah istrinya Esra, dan putrinya Mahsen dan Besira yang terbaring terbungkus selimut.
Hingga hari kedua (8/2/2023) ini, seperti dilansir dilansir Dailymail, jumlah korban yang meninggal akibat gempa di Turki dan Suriah telah mencapai 11.000 jiwa.
Presiden Turki Recep Erdogan mengatakan pada hari Rabu saat mengunjungi wilayah yang dilanda gempa bahwa 8.574 orang telah meninggal di Turki. Sedangkan 2.547 orang tewas di Suriah sehingga total korban tewas dalam gempa berkekuatan 7,8 menjadi 11.104 jiwa. Bencana ini menjadi peristiwa seismik paling mematikan dalam lebih dari satu dekade.
Bocah Rekam Video di Bangunan Runtuh
Di sisi lain, seorang bocah laki-laki Suriah yang tinggal di distrik Iskenderun di Hatay, Turki merekam video dirinya sendiri dari dalam bangunan yang runtuh. Tempat dia terjebak. Dia berbicara di depan kamera dan menyampaikan bahwa dia tidak yakin apakah dia akan berhasil ke luar hidup-hidup.
"Saya tidak tahu apakah saya akan hidup atau mati. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan seseorang yang mengalami hal ini di bawah puing-puing,' ungkap anak laki-laki itu, ketika suara-suara lain terdengar di sebelahnya, kemungkinan keluarganya atau orang lain yang tinggal di gedung di Turki itu.
'Seperti yang Anda lihat, saya berada di bawah puing-puing. Ada lebih dari dua atau empat keluarga dan tetangga kami. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Itu bergetar," katanya.
'Teman-teman, kita terjebak di bawah gempa. Ibu! Apakah kamu baik-baik saja? Ibu! Katakan padaku kau bersembunyi di suatu tempat. Tolong bantu!' tambahnya sebelum memberikan alamat rumahnya.
Bocah itu, yang disebut oleh Al Jazeera sebagai Firat Yayla, yang memiliki saluran YouTube bernama Charmquell, kemudian memposting di Instagram bahwa dia telah diselamatkan. Namun, dia mengatakan ibunya masih berada di bawah beton.
Harapan untuk lebih banyak penyelamatan meredup seiring berjalannya waktu, dengan suhu yang sangat dingin dan gempa susulan berkelanjutan mempersulit upaya penyelamatan.
'Kita berada di jam ke-55. Ini adalah saat-saat ketika upaya penyelamatan paling intens dan sensitif," kata Murat Kurum, Menteri Lingkungan dan Utbanisasi Turki, di markas besar badan bencana AFAD Turki.(Dailymail/esg) Editor : Admin Padek