PADEK.JAWAPOS.COM-Genap 70 hari, ekonomi masyarakat kembali pulih setelah menahan perih akibat terputusnya urat nadi jalan lintas menuju sejumlah daerah dari kawasan Lembah Anai pada 11 Mei 2024 lalu.
Silih berganti mobil parkir dan orang-orang keluar masuk restoran dan rumah makan di sepanjang Lembah Anai hingga kota sejuk Padangpanjang, sudah menjadi pemandangan lumrah karena kenikmatan kulinernya yang terseohor.
Namun beberapa waktu belakangan lebih dari dua bulan, kondisi tersebut berubah 100 persen karena bencana alam banjir bandang dan galodo yang memporak-porandakan banyak infrastruktur.
Salah satunya akses jalan strategis, yang menghubungkan ke berbagai daerah dari Padang melalui Padangpanjang terputus total. Akibat terputus totalnya jalur di kawasan Lembah Anai tersebut, aktivitas perekonomian mengalami dampak sangat parah.
Lebih kurang 80 persen geliat ekonomi di sepanjang kawasan tersebut hingga Padangpanjang, mengalami penurunan dari kondisi normal.
Setelah jalur Lembah Anai resmi dibuka kembali pada Minggu (21/7) setelah 70 hari terputus, sejumlah usaha kuliner yang menjadi sentral simbiosis ekonomi mulai beraktivitas.
Diantaranya Rumah Makan Syukur, bofet Sate Mak Syukur dan Pasar Kuliner Padangpanjang yang merupakan ikonik kuliner tujuan ke daerah berjuluk Serambi Mekkah itu mulai ramai dikunjungi.
Diungkapkan salah seorang pekerja di Rumah Makan Mak Syukur di Lembah Anai, Lukman, 41, kondisi sudah pulih hampir 100 persen seperti sebelum terjadinya bencana. Sebanyak 15 orang karyawan rumah makan tersebut, sudah dapat kembali bekerja 24 jam yang dibagi dalam dua shift.
“Kembali dibukanya rumah makan ini sejak tiga hari belakangan setelah jalur ini difungsikan, pengunjung yang datang sudah hampir seperti keadaan normal sebelum bencana. Imbasnya tentu tidak ekonomi kami, namun juga pedagang di Pasar Padangpanjang. Karena semua kebutuhan bahan mentah, dibeli dari pedagang di Padangpanjang,” tutur Lukman.
Demikian juga halnya pengelola Sate Mak Syukur (SMS), Oyong mengaku sangat bersyukur telah dapat difungsikannya jalur Lembah Anai tersebut. Selain itu dia juga sangat berterima kasih pada pejabat pengambil kebijakan yang menangani perbaikan jalan dengan cepat.
Disampaikan Oyong, tanpa gerak cepat tindakan yang diambil pemerintah dalam penanganan pascabencana tersebut, belum tentu ekonomi masyarakat dapat bergairah kembali seperti sekarang ini.
Selain sekitar 25 orang karyawan di bofet SMS tersebut, ratusan orang yang menggantungkan nasib dari berdagang di Pasar Kuliner sudah dapat bernafas lega. “Ada hikmah di balik bencana kemarin. Jalur ini sangat vital.
Jika tidak berfungsi, maka hampir seluruh komponen ekonomi mengalami dampak. Bahkan tidak hanya di Padangpanjang atau Sumbar, juga merambah sampai ke Riau. Merenungi hal ini, selain bersyukur kepada Allah, kita juga perlu berterima kasih pada pejabat pengambil kebijakan,” tutur Oyong.
Tidak berbeda halnya dikatakan Aciak, 58, juga mengaku sangat bersuyukur dengan telah pulihnya jalur di Lembah Anai. Selama ini keluarganya sangat ketar-ketir memenuhi kebutuhan harian. Hal tersebut dikarenakan sumber pencarian, mengandalkan penjualan paragede jagung melalui tangan anak jojo (pedagang asongan).
“Akibat jalan putus, aktivitas anak jojo terhenti total karena tidak ada pembeli yang hanya mengandalkan pengemudi dan penumpang mobil pribadi dan bus. Alhamdulillah, meski belum pulih kembali seperti sebelumnya, setidaknya daya beli sudah lumayan baik untuk menutupi biaya kebutuhan harian,” beber Aciak.
Kembali Macet
Pascaresmi difungsikannya jalur Lembah Anai, pusat Kota Padangpanjang kembali macet mulai sejak senja hingga malam hari. Hal ini akibat mulai padatnya kunjungan ke kota berhawa sejuk itu, untuk berburu kenikmatan kuliner.
Simpang PDAM hingga Taman Mini di Jalan Sudirman, penuh sesak kendaraan pribadi dan beberapa bus pariwisata. Situasi yang baru pulih kembali ini, menunjukkan tingkat kunjungan ke Pasar Kuliner Padangpanjang juga mulai normal.
Salah seorang pedagang gorengan, Dedi, 36, mengatakan tingkat kunjungan ke Pasar Kuliner sudah pulih sejak jalan di Lembah Anai dapat dilewati. Dirinya mengaku, biasanya kurang dari setengah jualannya malam itu tidak habis terjual karena sepinya pembeli.
“Namun sejak tiga hari ini, sejak pukul 16.00 WIB mulai berjualan, sudah habis paling lama sampai pukul 20.00 WIB. Ini menandakan, ekonomi masyarakat Padangpanjang juga terimbas putusnya jalan di kawasan Lembah Anai. Salah satunya petugas parkir, banyak pendapatan jika banyak kendaraan yang masuk,” jawab Dedi. (WARDI TANJUNG—Padangpanjang)
Editor : Novitri Selvia