Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masjid Hidayatullah di Lintas Lembah Anai-Padangpanjang, Ada Kenyamanan Berbalut Modernisasi dan Keasrian Alam

Yuwardi Tanjung • Jumat, 14 Maret 2025 | 15:30 WIB

DI LINTAS UTAMA: Masjid Hidayatullah Lembah Anai dengan kapasitas daya tampung dan konsep masjidnya memberikan kenyamanan.(YUWARDI/PADEK)
DI LINTAS UTAMA: Masjid Hidayatullah Lembah Anai dengan kapasitas daya tampung dan konsep masjidnya memberikan kenyamanan.(YUWARDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kawasan Lembah Anai terus ramai disinggahi orang-orang yang melintas karena kesejukan udaranya. Hadirnya Masjid Hidyataullah, membuat keramaian tidak terkecuali saat Ramadan seperti sebelum-sebelumnya.

KESAN nyaman yang dipertontonkan, memang membuat kagum setiap yang menyinggahi “Rumah Allah” yang terletak di sisi kiri jalan Padangpanjang–Padang, atau tepatnya di lokasi objek wisata pemandian Mega Mendung dan Lembah Anai itu.

Kenyamanan terasa begitu menginjakkan kaki di atas area seluas 2.311 meter persegi itu, karena selain luas juga tertata rapi dan asri, musafir yang ingin melaksanakan ibadah, tidak harus dipusingkan lokasi parkir dan ketersediaan tempat bersuci (wudhu).

Pelaksana pembangunan Masjid Hidayatullah Dafri sedikit berkisah tentang pembangunan masjid tersebut, beberapa waktu lalu. Ini berawal dari perjalanan darat menuju Jakarta beberapa tahun silam.

Berhenti rehat di sejumlah rest area, menimbulkan niat dari owner Hidayah Grup Ali Usman Syuib untuk membangun masjid di lokasi tersebut.

Dafri mengatakan, untuk konsep pembangunan masjid sesuai dengan keinginan pengusaha sukses Padangpanjang asal Pesisir Selatan itu, menerapkan konsep Mediterania. Sehingga bangunan masjid berukuran 426,4 meter persegi itu tidak banyak menggunakan beton.

“Pak Haji ingin masjid dengan disain kekinian. Namun tetap memberikan kesan keasrian lingkungan terhadap setiap jamaah yang datang. Mulai dari luar hingga bagian dalam masjid. Sehingga kita memanfaatkan keunggulan lingkungan sekitar seperti udara dan air,” tutur Dafri.

Masjid yang diberi nama dari unit grup usahanya itu, Ali Usman Syuib meminta sirkulasi udara harus maksimal dan tidak menggunakan perangkat air conditioner (AC) guna memastikan terasanya kesegaran alam sekitar. Demikian juga air berwudhu, langsung dialirkan dari sumber mata air yang terletak di seberang masjid.

“Guna memastikan sirkulasi udara, kita mengurangi volume dinding beton dan menggantinya dengan konsep terawang menggunakan polyvinyl chloride. Sehingga saat ini meski tanpa menggunakan AC, udara dalam masjid tetap sejuk,” ujar Dafri.

Terkait dengan kubah masjid, Dafri menyebut, terbuat dari beton untuk memudahkan pemeliharaan dari kondisi cuaca yang lembab. Terkait dengan beban kubah, tiang-tiang masjid yang berdaya tampung 500 orang itu menggunakan konstruksi baja.

“Terdapat tiga kubah, merupakan simbol dari tiga putra yang dimiliki Pak Haji. Kita bangun menggunakan beton, karena di sini udaranya lembab dan itu aman karena kosntruksi tiang menggunakan baja,” pungkas Dafri sembari menyebut rencana pengembangan resto dan penginapan di lokasi tersebut. (YUWARDI—Agam)

Editor : Novitri Selvia
#Masjid Hidayatullah #rumah Allah #Padangpanjang #lembah anai