Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Saga Saja Plus Wujudkan Mimpi Anak Tukang Ojek Kuliah di Telkom University

ZikriNiati ZN • Senin, 25 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Martha, tukang ojek asal Pariaman (kanan), yang berhasil mengantarkan putrinya meraih beasiswa Saga Saja Plus untuk kuliah di Telkom University Bandung.
Martha, tukang ojek asal Pariaman (kanan), yang berhasil mengantarkan putrinya meraih beasiswa Saga Saja Plus untuk kuliah di Telkom University Bandung.
Berprofesi sebagai tukang ojek, Martha (45) tak pernah bermimpi bisa mengantarkan putrinya, Malika Aliya Fauziah Aty (18), menempuh pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, semangat putri keduanya itu untuk kuliah tak pernah padam. Aliya ingin kehidupan yang lebih baik. Lewat program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) Plus, Aliya merajut mimpinya menjadi mahasiswa di Telkom University Bandung.

Laporan: Zikriniati – Pariaman

Pagi Senin (25/8), Martha memutuskan untuk tidak mengambil orderan ojek. Hari itu begitu penting baginya. Putri keduanya, Malika Aliya Fauziah Aty, akan berangkat ke Bandung guna menempuh pendidikan di Telkom University.

Momen ini telah lama ia tunggu. Sebentar lagi, putri keduanya yang ia besarkan seorang diri akan menjadi mahasiswa. Sebelumnya ia tak pernah berani bermimpi, seorang ibu yang berprofesi sebagai tukang ojek seperti dirinya dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

Hingga kemudian, ibu empat anak ini mendapatkan informasi tentang program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) Plus. Program unggulan Balad–Mulyadi ini membiayai penuh pendidikan perguruan tinggi di sejumlah universitas unggulan di Indonesia bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Saya dapat info tentang Saga Saja Plus ini dari grup WA RT kami. Saya sampaikan ke Aliya, ia langsung bersemangat mendaftar mengambil prodi IT di Telkom University,” ujarnya.

Putri keduanya itu benar-benar mempersiapkan diri untuk tes. Alumni SMAN 1 Pariaman itu belajar siang dan malam, sehari-hari bergulat dengan latihan soal.

Aliya ingin mimpinya kuliah terwujud lewat program Saga Saja Plus. Ia bertekad mengubah nasib. Meski kini ibunya bekerja sebagai tukang ojek, tukang gorengan, sekaligus tukang cuci dari rumah ke rumah, suatu saat ia ingin mengangkat derajat keluarganya melalui pendidikan.

Tak ayal, ketika dinyatakan lulus sebagai penerima program Saga Saja Plus, Aliya dan Martha sujud syukur. Sungguh seperti mimpi, tetapi nyata.

“Begitu dinyatakan lulus, kami sangat bahagia. Program ini berjalan baik. Kondisi rumah kami dicek, tetangga kanan-kiri juga ditanya sehingga program ini tepat sasaran untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Menjelang keberangkatan, Martha berpesan agar Aliya sungguh-sungguh menuntut ilmu. Meski ia tahu selama ini Aliya anak yang gigih, sebagai orang tua ia terus mengingatkan agar putrinya pandai menjaga diri di rantau orang.

Apalagi ini pertama kalinya Aliya jauh dari Martha. Sejak umur 1,5 tahun, saat Martha memutuskan berpisah dengan ayah Aliya, ia tak pernah berpisah dari sang putri. Martha selalu menggendong Aliya saat berjualan gorengan dari rumah ke rumah.

“Saya berterima kasih kepada Wali Kota Pariaman Yota Balad. Dengan program ini anak kami bisa kuliah. Harapan kami program ini terus dipertahankan, sehingga anak-anak kurang mampu bersemangat meraih cita-cita lewat pendidikan, mengangkat derajat orang tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi melepas 13 mahasiswa Telkom University (Tel-U) Bandung pada Program Satu Keluarga Satu Sarjana Plus (Saga Saja Plus) Tahun Akademik 2025/2026 di Halaman Balai Kota Pariaman, Senin (25/8).

Yota Balad mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang lulus dan mengingatkan agar selalu menjaga diri serta menjaga nama baik keluarga dan Kota Pariaman.

“Hari ini kita kembali melepas 13 anak Kota Pariaman yang terdata di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) untuk menuntut ilmu di Telkom University pada Program Saga Saja Plus Tahun 2025,” ujarnya.

Sebanyak 12 mahasiswa berangkat dari Kota Pariaman, sementara 1 orang sudah lebih dahulu berada di Bandung. Ini menjadi langkah awal anak-anak meniti kebahagiaan demi masa depan yang lebih baik.

“Harus diingat, biaya pendidikan ini ditanggung oleh Pemerintah Kota Pariaman. Untuk itu, jaga nama baik keluarga dan Kota Pariaman. Buktikan bahwa kita mampu menjadi orang hebat dan sukses,” tegasnya.

Program Saga Saja Plus adalah salah satu program unggulan Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Balad–Mulyadi yang bekerja sama dengan perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat dan nasional.

Tujuan program ini adalah memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata di DT-SEN.

Tahun 2025 ini, berkat kerja sama Pemko Pariaman dengan Tel-U, biaya tiga orang mahasiswa Telkom University dalam program Saga Saja Plus akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak kampus. Sementara sisanya ditanggung Pemko Pariaman.

Untuk itu, Yota Balad berpesan agar mahasiswa menjaga silaturahmi dan sikap, serta belajar dengan rajin. (***)

Editor : Hendra Efison
#Telkom University #Saga Saja Plus #Wujudkan Mimpi Anak Tukang Ojek Kuliah