Namun, cerita itu tak berlaku bagi Tamara Patricia Benny (akrab disapa Licia) salah satu pemain SMA Don Bosco Padang yang ternyata baru menemukan kecintaannya pada basket di usia remaja .
Licia justru memulai perjalanan olahraganya dengan wushu saat masih SD. Alasannya, ia terinspirasi oleh kakaknya yang memenangkan beberapa kejuaraan.
“Dulu, saya sempat mengikuti olahraga wushu saat SD. Saya tertarik karena pingin dapat medali seperti kedua kakak saya yang sudah memenangkan beberapa kejuaraan di cabor wushu,” ujar Licia membuka cerita.
Namun sayangnya, ketertarikannya pada bidang wushu tak bertahan lama.
Pemain kelahiran 2011 tersebut beralih ke dunia dance. Licia beralih ke ekstrakurikuler dance sejak SMP. Khususnya yang menampilkan gaya K-pop. Selain itu, ia juga mengikuti berbagai lomba sekolah.
”Saya sempat ikut dance dari kelas tujuh. Saya dulu emang sedikit tertarik dance karena teman-teman saya mengikuti dance semua dan diajak. Saya beberapa kali mengikuti lomba dance K-pop yang diadakan di sekolah SMP,” kenangnya.
Sayangnya lagi, langkahnya di dunia dance juga singkat. Restu orang tua menjadi kendala utama untuk mendalaminya . Meski mereka kemudian mendukung penuh bakatnya sebagai student athlete.
Namun, dari situlah dunia basket muncul sebagai pelabuhan baru. Di akhir semester dua kelas VII, Licia tertarik ikut latihan karena dorongan orang tua, lebih-lebih karena postur tubuhnya yang tinggi saat itu menjadi modal besar .
“Lalu kelas tujuh semester dua, saya mulai tertarik mengikuti basket karena orang tua juga akhirnya setuju. Karena saya termasuk lumayan tinggi pada saat itu, makanya saya tertarik mengikuti basket,” cerita Lici.
Karier basket-nya sempat terhambat oleh pandemi COVID-19. Namun, justru disitu ia menunjukkan semangat: berlatih keras memperbaiki kelemahan dan terus mengasah kemampuan.
“Awal saya basket terjadi pandemi Covid-19 yang menghambat saya untuk berlatih. Tetapi setelah itu, saya berlatih dengan giat untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan,” imbuhnya.
Kebalikannya dari minatnya di dunia Wushu yang terinspirasi oleh sang kakak. Kali ini sang kakak justru tertarik mengikuti basket karena melihat keseriusan Licia dalam latihan dan pertandingan.
Vincent Filbert Benny, sang kakak, bahkan kini turut bergabung dalam tim basket Don Bosco dan tampil di DBL 2023 serta 2024 .
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.(*)
Editor : Heri Sugiarto