Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hari Pertama Tukar Uang melalui Kas Keliling BI Sumbar di Pasar Raya Padang: Tukar Uang Dapat Voucher, Beli Beras Dapat Migor

Suryani • Selasa, 24 Februari 2026 | 11:57 WIB

BERAS MURAH: Kepala Perwakilan BI Sumbar M Abdul Majid Ikram (pakai peci) bersama Kepala Perum Bulog Sumbar R Dharma Wijaya memantau penjualan beras berbonus sembako di Pasar Raya Padang Senin (23/2).
BERAS MURAH: Kepala Perwakilan BI Sumbar M Abdul Majid Ikram (pakai peci) bersama Kepala Perum Bulog Sumbar R Dharma Wijaya memantau penjualan beras berbonus sembako di Pasar Raya Padang Senin (23/2).

PADEK.JAWAPOS.COM-Hari pertama penukaran uang melalui kas keliling Bank Indonesia Sumbar di Pasar Raya Padang, Senin (23/2) disambut antusias warga.

Baru saja dimulai pukul 9.00 pagi, masyarakat maupun pengunjung Pasar Raya sudah berjubel di depan mobil kas keliling Bank Indonesia Sumbar.

TAK hanya penukaran uang, warga juga tak sabar membeli beras berbonus minyak goreng, cabai dan bawang.

Beli satu karung beras merek Suntiang berat lima kilogram atau beras pulen Setra Ramos dapat bonus satu liter minyak goreng dan cabai atau bawang yang sudah dibungkus plastik.

Penjualan beras murah ini kerja sama Bank Indonesia Sumbar dengan Bulog Sumbar. Pembelian harus pakai QRIS.

Tidak bisa tunai. BI Sumbar ingin memasyarakatkan transaksi pakai QRIS. Transaksi nontunai juga untuk menghindari peredaran uang palsu yang marak jelang Lebaran.

Tata, 30, salah satu pembeli mengaku tertarik membeli beras tersebut karena kualitas berasnya premium dan harganya tergolong murah.

“Kapan lagi beli beras premium, harga murah dan dapat bonus lagi,” ujarnya. Tata senang, beli dua karung beras sudah dapat dua liter minyak goren, cabai dan bawang.

Sementara itu, Daryanti, 35, rela antre hampir satu jam menukarkan uang pecahan Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk Lebaran nanti.

“Takutnya nanti kehabisan, makanya tukar pada hari pertama,” ujarnya. Wanita hitam manis itu juga senang karena dapat kupon untuk pembelian beras.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar M Abdul Majid Ikram turun langsung melihat proses penukaran uang dan penjualan beras murah di Pasar Raya Padang kemarin. Didampingi Kepala Perum Bulog Sumbar R Dharma Wijaya.

M Abdul Majid Ikram mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari di Pasar Raya Padang, 23-27 Februari 2026 mulai pukul 09.00.

Kemudian di Pasar Bawah, Bukittinggi, selama 3 hari pada 24-26 Februari 2026. Majid mengajak masyarakat untuk beramai-ramai memanfaatkan kesempatan ini.

“Ayo tukar uang buat angpao Lebaran dan beli beras dapat bonus sembako,” ajaknya.

Majid menyebut, kegiatan penukaran uang guna memenuhi tradisi manambang masyarakat Sumbar saat Lebaran. Tahun ini disediakan Rp 2,8 triliun. Tidak saja uang baru tapi juga uang layak edar.

Khusus penukaran uang yang digandeng dengan penjualan beras murah adalah meringankan beban masyarakat yang kerap menghadapi kenaikan bahan pokok saat Ramadhan dan Lebaran.

Gandeng Bulog Gelar GPM di 104 Kelurahan

Tak hanya itu, Kantor Perwakilan BI Sumbar juga menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan diadakan serentak pada 104 kelurahan di Kota Padang pada 27-28 Februari 2026.

GPM bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pangan pokok. Mengingat selama Ramadan, harga kebutuhan pangan cenderung mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan.

GPM ini digelar bersama Bulog untuk menekan harga pangan. Kegiatan GPM selain menjual beras dan minyak goreng juga gula pasir sesuai permintaan masyarakat dengan harga dibawah harga pasar. Selain itu juga komoditi holtikultura lain oleh kelompok tani.

“Permintaan masyarakat terhadap pangan meningkat. Ini memang sudah menjadi tradisi, tidak hanya di Sumbar tapi juga di seluruh Indonesia. Di satu sisi sangat baik karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor UMKM seperti pasar pabukoan. Namun di sisi lain, karena terjadi lonjakan permintaan, mengakibatkan kenaikan harga bahan pangan. Kami menyadari kenaikan bahan pangan ini membebani terutama yang ekonomi menengah ke bawah. Oleh karena itu GPM diharap bisa meringankan beban masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah,” ujar Majid saat koordinasi persiapan pelaksanaan GPM serta sosialisasi digitalisasi pembayaran edukasi QRIS, di Kantor BI Sumbar, Jalan Sudirman, Senin, (23/2).

Hadir Wawako Padang, Maigus Nasir, Asisten II Didi Aryadi serta camat dan lurah se Kota Padang. Majid mengatakan, bagi kelurahan yang bisa menjual bahan pangan terbanyak saat GPM akan dapat hadiah khusus dari kepala BI Sumbar.

Pihaknya bersinergi dengan Pemko Padang dan Bulog sebagai suplayer komoditas pangan untuk pelaksanaan GPM selama 2 hari tersebut.

Termasuk kelompok tani binaan BI Sumbar untuk penyediaan cabai dan bawang merah. Ia menambahkan, pada GPM tersebut transaksi jual beli diarahkan secara non tunai melalui QRIS.

Tujuannya untuk memudahkan pembayaran tanpa perlu ribet uang pecahan kecil. “Kami berharap kegiatan GPM di kelurahan bisa bermanfaat buat masyarakat banyak,” pungkas Majid.

Sementara, Kepala Perum Bulog Sumbar R Dharma Wijaya mengatakan, pasokan beras dan minyak goreng saat GPM tidak dibatasi.

“Beras dan minyak goreng berapa pun permintaannya akan kami penuhi, sedangkan stok gula pasir, disesuaikan dengan permintaan dari Pemerintah Kota Padang,” ucap Darma.

Untuk harga beras di GPM ditetapkan Rp 12 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp 15 ribu per liter.

Dharma menambahkan, GPM juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota lain di Sumbar, khususnya di wilayah yang menjadi sampel penghitungan indeks harga konsumen.

Di antaranya, Kabupaten Dharmasraya, Pasaman Barat, dan Kota Bukittinggi.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, GPM yang dilaksanakan di setiap kelurahan, difasilitasi oleh Bank Indonesia Sumbar dan Perum Bulog Sumbar.

Ia meminta camat dan lurah untuk menyediakan tempat dan personel dalam kegiatan tersebut. Sebab kegiatan ini merupakan bentuk perhatian bagi warga Padang untuk mendapatkan harga pangan murah pada momen Ramadan dan jelang Idul Fitri.

“BI dan Bulog memfasilitasi kegiatan dengan baik. Tujuannya untuk meredam kenaikan harga dan menyediakan pangan murah ke masyarakat. Jangan sampai kegiatan ini tidak berjalan baik,” ucapnya. (eni)

Editor : Novitri Selvia
#M Abdul Majid Ikram #pasar raya padang #bi sumbar #tukar uang