Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Duka Petani Korban Bencana di Limapuluh Kota, Panen Padi Seminggu Lagi Tinggal Mimpi

Hendra Efison • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:49 WIB
Petani di Nagari Tungkar, Efa dan Yusni Ancok, berharap bantuan dari pemerintah setelah sawah garapan mereka rusak diterjang banjir bandang dan luapan Sungai Batang Sandir pada Kamis pagi (14/5/2026). Padahal, padi di sawah mereka sudah siap dipanen.
Petani di Nagari Tungkar, Efa dan Yusni Ancok, berharap bantuan dari pemerintah setelah sawah garapan mereka rusak diterjang banjir bandang dan luapan Sungai Batang Sandir pada Kamis pagi (14/5/2026). Padahal, padi di sawah mereka sudah siap dipanen.

PADEK.JAWAPOS.COM — Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memunculkan lubang besar mirip sinkhole dan merusak sejumlah infrastruktur umum, tetapi juga menghancurkan puluhan hektare areal pertanian. Bahkan, tanaman padi yang siap dipanen ikut rusak.

Kawasan pertanian yang terdampak berada di Jorong Sawahlaweh dan Jorong Sialang, Nagari Tungkar, serta Jorong Lokuang dan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Selain rusak akibat longsor dan tanah amblas, kawasan pertanian tersebut juga terendam banjir bandang dan luapan Sungai Batang Sandir.

Petani di Nagari Tungkar, Efa dan Yusni Ancok, berharap bantuan dari pemerintah setelah sawah garapan mereka rusak diterjang banjir bandang dan luapan Sungai Batang Sandir pada Kamis pagi (14/5/2026). Padahal, padi di sawah mereka sudah siap dipanen.

Baca Juga: Batang Sandir Meluap di Limapuluh Kota, Sawah Siap Panen Rusak dan Pipa Air Bersih Putus

“Awak ka manyabik sapokan lai. Tapi, ba’a lai. Tibo banjir. Abih sadonyo. (Saya mau panen seminggu lagi. Tapi mau bagaimana lagi. Datang banjir. Habis semuanya),” kata Efa sambil berlinang air mata saat melihat sawahnya terendam air, Jumat siang (15/5/2026).

Hal senada disampaikan Yusni Ancok, petani penggarap lainnya.

“Rencananya saya Sabtu besok mau menyabit padi (panen). Tapi, sudah duluan air yang memanen. Banyak kerugiannya. Pupuk saja habis empat karung, belum lagi upah membajak sawah,” ujar Yusni Ancok.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Fakhrizal atau Pak Ce, sawah yang gagal panen di Jorong Sawahlaweh rusak akibat meluapnya Sungai Batang Sandir.

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Tanahdatar: 5 Rumah dan 5 Jembatan Hanyut, Warga Mengungsi

“Luapan air sungai ini memang dahsyat. Bahkan dangau di tengah sawah hanyut dibuatnya. Pipa Pamsimas juga putus,” kata Fakhrizal sambil menunjukkan lokasi yang terdampak.

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky, yang meninjau lokasi kejadian meminta pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat.

Menurutnya, bencana yang terjadi tidak hanya meluas di berbagai kecamatan, tetapi juga mengganggu kehidupan dan mata pencaharian masyarakat sehingga membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga: Truk Rem Blong Tabrak Pembatas di Sitinjaulauik Padang, Jalur Padang-Solok Buka Tutup

“Pemkab Limapuluh Kota harus segera menetapkan status tanggap darurat untuk melegalisasi penggunaan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar dalam APBD 2026, sekaligus memobilisasi bantuan dari BNPB, Pemprov Sumbar, dan BWS Sumatera V,” katanya.

Terkait kerusakan areal pertanian warga, Fajar mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Kadistanhorbun), Witra Porsepwandi.

Menurut Witra, petugas penyuluh lapangan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari telah turun ke lokasi untuk mendata kerusakan lahan pertanian dan irigasi serta menghitung potensi kerugian akibat bencana tersebut.(***)

Editor : Hendra Efison
#Batang Sandir #sawah gagal panen #banjir Limapuluh Kota #Bencana hidrometeorologi