Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bibit Sepakbola Sumbar Mati di Kandang Sendiri

d
Dasrul Ss Msi/ Pengiat Budaya Di Sumatera Barat
Dasrul

Advertisement

Penulis : Dasrul - Penggiat Sepakbola di Kota Padang

Sepakbola Sumatera Barat punya darah. Lihat saja SSB di 19 kabupaten/kota, tiap sore lapangan penuh anak-anak pakai jersey. Tapi anehnya, dari ribuan bibit itu, hampir tidak ada yang tembus ke Liga 1, Liga 2, apalagi Timnas.

Kenapa? Bukan karena anak Sumbar tidak berbakat. Tapi karena tidak ada "tangga" untuk mereka naik.

Advertisement

Ini 5 fakta pahitnya:

1. Tidak Ada Kompetisi Remaja yang Konsisten

Bakat tidak akan tumbuh tanpa pertandingan. Di provinsi lain, ada Liga Pelajar, Liga Askot/Askab, Elite Pro Academy yang jalan tiap tahun.

Advertisement

Di Sumbar? Turnamen usia U-13, U-15, U-17 adanya kalau ada "event". Selesai event, selesai juga. Askot, Askab, sampai Asprov tidak punya kalender kompetisi usia muda yang reguler.

Hasilnya: Anak umur 14 tahun latihan 5x seminggu, tapi setahun cuma main 3 kali turnamen. Gimana mau matang mental bertandingnya?

2. Klub Profesional Tidak Punya "Rumah Pembinaan"

Coba sebut, klub profesional/semiprofesional di Sumbar yang punya akademi U-15 sampai U-20 yang jalan? Hampir tidak ada.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Zakat dan Pajak: Harmoni Kewajiban

Zakat dan Pajak: Harmoni Kewajiban

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII 24-26 Juli  tahun 2026 menghasilkan  11 poin kesimpulan.

KUII: Menafsir Kemilau Peradaban

KUII: Menafsir Kemilau Peradaban

KONGRES Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Jakarta menjadi momentum penting bagi konsolidasi umat.

Kenapa Kita Gampang Meneruskan Pesan yang Belum Tentu Benar

Kenapa Kita Gampang Meneruskan Pesan yang Belum Tentu Benar

Pola kedekatan digital terbelah dua, tergantung usia. Generasi lebih tua umumnya menerima informasi lewat grup WhatsApp keluarga atau alumni.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer