"Karena pertimbangan geografis dari sumber bahan baku kita yang lebih dekat ke Jambi, makanya kita bikin outlet yang kedua ini di Padang. Kita lebih arahkan ke Sumatera sekarang," ungkap CEO Noka Coffee, Panji Abdiandra Mudiar, kepada wartawan di sela-sela acara syukuran peresmian Noka Coffee, Jumat (23/10/2020).
Noka Coffee mengedepankan produk olahan kopi specialty grade dari petani lokal, dilengkapi makanan fusion western dan tradisional Sumbar untuk menambah kehangatan.
Berada di Jalan Palembang Nomor 14, Ulak Karang Selatan, Noka Coffe yang bekerjasama dengan Koperasi Petani Alam Korintji (ALKO) tak takut bersaing dengan maraknya kedai kopi di Kota Bengkuang ini.
Minuman kopi yang dijual di outlet ini punya ciri khas tersendiri yang tak dimiliki kedai kopi lainnya. Ciri khas ini pula yang membuat Noka Coffee optimistis bisa bertahan kendati pandemi Covid-19 belum dipastikan kapan berakhirnya.
Apa yang spesial dari Noka Coffee? Panji Abdiandra Mudiar mengatakan, kopi di Noka Coffee mengadopsi teknologi blockchain yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Jepang. Teknologi ini memungkinkan pelanggan mengetahui proses kopi dari petik, roasting hingga penyajian.
Yang tak kalah penting, kopi di Noka Coffee dinamai sesuai dengan nama petani kopi yang selama ini berkontribusi ke dalam setiap produk mereka. Ada tiga varian yang ditawarkan yakni Kopi Susu Fine Robusta Pak Agung, Kopi Susu Arabica Honey Mak Santi, dan Kopi Susu Arabica Naturalisasi Mbak Erna.
Mbak Erna misalnya, adalah seorang petani binaan ALKO dari Desa Giri Mulyo Kayu Aro, yang telah mengekspor biji kopi specialty miliknya ke berbagai negara seperti Jepang, Norwegia, dan New Zealand.
Sekilas tentang ALKO
Panji Abdiandra Mudiar menjelaskan ALKO merupakan perkumpulan petani Kopi Lereng Gunung Kerinci yang berdiri tahun 2015. ALKO didirikan dengan tujuan untuk memberi pendampingan kepada petani kopi agar dapat memiliki ilmu agribisnis dan teknologi guna meningkatkan kapasitas anggota dalam menjadikan tanaman kopi sebagai pendapatan utama, sebagai penyangga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan penyangga Gunung Kerinci dan penunjang industri pariwisata Kerinci.
Berbarengan dengan pendirian outlet kedua ini, Noka Coffee juga berencana mendirikan beberapa outlet lagi. Bisnis kedai kopi ini akan terus dikembangkan sehingga dapat terus memberikan manfaat terutama bagi petani kopi yang selama ini bekerjasama dengan Noka Coffee. "Selanjutnya ada lagi outlet yang ketiga dan beberapa outlet lagi. Yang baru tuntas di Padang, sementara yang lainnya masih sekitar 70 persen," ujarnya.
Noka Coffee katanya sengaja tidak melakukan grand opening saat ini dikarenakan masih dalam situasi pandemi. "Untuk saat ini baru syukuran dan ngundang anak yatim. Besok akan kita soft launching. Kalau grand openingnya nanti kalau situasi sudah normal dan sudah ada lampu hijau dari pemerintah," beber Panji Abdiandra Mudiar. (bis) Editor : Novitri Selvia