Mantan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu tidak sungkan memberikan panduan praktis bagi para petani untuk memaksimalkan hasil panen dengan biaya terjangkau.
Berikut ini Langkah Kerja Sawah Bapokok Murah yang dapat diikuti:
- Potong Sisa Tunggul Jerami hingga Pangkal
Langkah pertama adalah memotong sisa tunggul jerami hingga ke pangkalnya. Anda dapat menggunakan sabit tradisional atau mesin potong rumput untuk mempercepat proses ini. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan lahan dari sisa tanaman sebelumnya.
- Genangi Sawah Selama Dua Malam
Setelah membersihkan lahan, genangi sawah selama dua malam. Proses ini membantu melunakkan tanah dan mempersiapkannya untuk proses pengolahan lebih lanjut.
- Buat Banda atau Parit Sawah
Buat banda atau parit sawah dengan lebar setara mata cangkul. Jarak antar banda sebaiknya sekitar 125 cm. Parit ini berfungsi sebagai jalur irigasi sekaligus area resapan air.
- Tutup Tanah Antar Banda dengan Jerami
Tutup tanah di antara banda dengan lapisan jerami setebal lima sentimeter. Jerami ini berfungsi sebagai mulsa alami yang membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi pertumbuhan gulma.
- Buat Persemaian dengan Seleksi Benih
Segera buat persemaian setelah persiapan lahan selesai. Sebelum disemai, lakukan seleksi benih menggunakan metode air garam dan telur. Hanya benih yang tenggelam dalam larutan air garam yang dipilih karena menunjukkan kualitasnya yang baik.
- Tanam Benih pada Usia 12-14 Hari
Ketika benih telah berumur 12 hingga 14 hari, pindahkan ke lahan utama untuk ditanam. Penanaman pada usia ini dianggap ideal untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.
Catatan Tambahan: Penggunaan Pupuk
Jika ingin menggunakan pupuk buatan, pastikan jumlahnya tidak melebihi sepertiga dari takaran biasa. Pemberian pupuk harus dilakukan sebelum memasang mulsa jerami agar nutrisi dapat terserap maksimal oleh tanah.
Menurut Ir. Djoni, prinsip kerja sawah bapokok murah ini pada dasarnya mirip dengan pengelolaan sawah konvensional. Namun, metode ini menekankan efisiensi biaya dan sumber daya, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Optimasi Panen dengan Langkah Hemat
Langkah-langkah di atas menjadi solusi bagi petani yang ingin menekan biaya produksi tanpa mengorbankan hasil panen. Dengan penerapan yang tepat, metode ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ekosistem sawah.
"Sistem ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengelolaan sawah konvensional, namun dengan penekanan pada efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan," jelas Ir. Djoni saat menjabarkan konsep dasar metode ini di Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Padang, Selasa (07/01/2025). (*)
Editor : Hendra Efison