Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Strict Parenting: 7 Aturan Ketat yang Bantu Anak Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Wanda Andita Putri • Jumat, 31 Januari 2025 | 11:11 WIB

Ilustrasi orangtua dengan anaknya.
Ilustrasi orangtua dengan anaknya.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kamu pasti tidak asing lagi dengan istilah strict parent atau orangtua yang ketat aturan, atau mungkin kamu juga menerapkan hal itu ke anak-anakmu.

Sebenarnya, gaya pengasuhan terbaik bergantung pada pilihan masing-masing orangtua, meskipun media sosial kerap memberikan standar tertentu.

Tugas utama orangtua adalah memastikan anak mendapatkan perlindungan, kebutuhan pokok, kasih sayang, dan dukungan.

Memenuhi kebutuhan emosional dan sosial anak sangatlah penting, meskipun tidak ada aturan baku dalam hal ini. Dalam hal pola asuh, yang terbaik adalah mengambil hal yang sesuai dan mengabaikan yang tidak relevan.

Pendekatan yang santai mungkin cocok bagi satu keluarga, tetapi bisa menimbulkan masalah bagi keluarga lainnya.

Dilansir dari laman Your Tango pada Jumat (31/1/2025), terdapat beberapa aturan ketat dalam pola asuh yang sering dianggap konyol, tetapi sebenarnya sangat bermanfaat bagi anak, berikut ulasannya.

  1. Tidak Menggunakan Handphone di Meja Makan

Di era digital, anak-anak cenderung terpaku pada layar ponsel mereka hampir sepanjang waktu. Oleh karena itu, menerapkan aturan tegas untuk tidak menggunakan handphone saat makan bersama sebenarnya membawa banyak manfaat.

Menurut konselor pola makan intuitif, Lisa Newman, makan bersama keluarga secara rutin dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat.

Namun, manfaatnya tidak hanya sebatas pola makan. Momen makan bersama memberikan struktur dalam kehidupan anak, menjadi waktu untuk bersantai setelah hari yang sibuk, serta memperkuat hubungan keluarga.

  1. Waktu Tidur yang tidak Bisa Ditawar

Menetapkan jam tidur yang konsisten sering dianggap sebagai aturan yang kaku. Namun, kenyataannya, aturan ini justru membantu anak memiliki pola tidur yang sehat dan memberikan waktu istirahat bagi orangtua.

Anak sering kali mencoba menunda waktu tidur dengan berbagai alasan, seperti meminta tambahan cerita sebelum tidur atau merengek meminta minum.

Namun, tetap berpegang pada aturan tidur yang tegas akan membentuk kebiasaan yang baik dan mengajarkan disiplin kepada anak.

  1. Tugas Rumah yang Wajib Dilakukan

Beberapa orang mungkin menganggap aturan tentang tugas rumah sebagai sesuatu yang tidak perlu. Namun, penelitian dari Harvard University yang berlangsung selama 75 tahun menunjukkan bahwa anak yang terbiasa mengerjakan tugas rumah cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri.

Dengan memberikan tugas rumah sejak dini, orangtua mengajarkan bahwa menjaga kebersihan rumah adalah tanggung jawab bersama, bukan sesuatu yang terjadi secara ajaib.

Kebiasaan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebanggaan pada anak.

  1. Mengirim Ucapan Terima Kasih

Membiasakan anak menulis ucapan terima kasih atas hadiah atau bantuan yang mereka terima mungkin terdengar kuno. Namun, kebiasaan ini mengajarkan anak tentang pentingnya bersyukur dan menghargai orang lain.

Menurut survei dari University of Michigan Health, 75% orangtua melaporkan bahwa anak-anak mereka kurang menunjukkan rasa syukur.

Oleh karena itu, membiasakan mereka menulis ucapan terima kasih bisa menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai ini.

  1. Membaca Buku secara Fisik

Membatasi waktu penggunaan gawai dan mendorong anak membaca buku fisik bukan hanya sekadar aturan ketat, tetapi juga cara efektif untuk meningkatkan keterampilan literasi mereka.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa membaca buku fisik bersama orang tua memperkuat hubungan emosional dan meningkatkan interaksi verbal antara anak dan orangtua.

Membaca buku cetak menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dibandingkan dengan membaca melalui layar.

  1. Bertanggung Jawab atas Barang Milik Sendiri

Sebagai orangtua, naluri untuk membantu anak ketika mereka kehilangan barang mungkin sangat kuat. Namun, terlalu sering membantu justru dapat membuat mereka tidak belajar bertanggung jawab.

Membiasakan anak untuk mengurus barang milik mereka sendiri mengajarkan disiplin dan keterampilan manajemen yang akan bermanfaat hingga mereka dewasa.

  1. Mengakui Kesalahan

Belajar untuk bertanggung jawab atas kesalahan adalah keterampilan yang penting dalam kehidupan.

Anak-anak sering kali meniru perilaku orangtua mereka sehingga penting bagi orangtua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung anak dalam mengakui dan memperbaiki kesalahan mereka.

Menurut sosiolog Dr. Christine Carter, anak-anak tidak akan memahami pentingnya bertanggung jawab hingga mereka menyadari bahwa mereka memiliki kendali atas tindakan mereka sendiri.

Baca Juga: Al Nassr vs Al Raed 1-0 di Babak Pertama: Ronaldo Cetak Gol ke-15 di Liga Pro Saudi 2024-2025

Oleh karena itu, membiasakan anak untuk mengakui kesalahan sejak dini akan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan mandiri. (*)

Editor : Adetio Purtama
#strict parenting #anak-anak #orangtua #aturan ketat