Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Perilaku Unik Orang yang Pilih-Pilih Makanan Menurut Psikologi, Apakah Kamu Salah Satunya?

Suci Kurnia Putri • Kamis, 20 Maret 2025 | 12:03 WIB

Ilustrasi orang sedang makan.
Ilustrasi orang sedang makan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Ada garis tipis antara seseorang yang sekadar punya selera makan tertentu dengan mereka yang benar-benar pemilih makanan.

Perilaku picky eater ini ternyata lebih dari sekadar tidak suka beberapa jenis makanan, ada faktor psikologis yang memengaruhinya.

Dikutip dari laman Geediting pada Kamis (20/3/25), menurut penelitian, orang yang pilih-pilih makanan biasanya memiliki pola pikir dan kebiasaan tertentu yang membentuk preferensi makannya.

Nah, kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal termasuk picky eater, coba cek 7 perilaku unik ini.

  1. Selalu Mengandalkan Makanan Favorit yang Sama

Orang yang pilih-pilih makanan cenderung lebih nyaman dengan makanan yang sudah familiar. Mereka sulit menerima variasi atau mencoba menu baru karena merasa lebih aman dengan makanan yang sudah mereka kenal.

Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan kebutuhan akan konsistensi dan prediktabilitas. Mereka lebih memilih zona aman daripada harus menghadapi ketidakpastian rasa atau tekstur makanan baru.

  1. Sensitif Terhadap Tekstur Makanan

Bagi beberapa picky eater, bukan rasa yang menjadi masalah utama, melainkan tekstur makanan. Ada yang tidak suka makanan berlendir, terlalu keras, atau terlalu lembek.

Misalnya, ada orang yang suka rasa pisang tetapi tidak tahan dengan teksturnya yang lembek. Atau ada juga yang suka rasa daging, tetapi tidak bisa makan jika teksturnya terlalu kenyal atau berserat.

  1. Memiliki Keterikatan Emosional dengan Makanan

Pernah bertemu orang yang sangat sulit melepaskan makanan favoritnya sejak kecil? Bisa jadi ini karena keterikatan emosional!

Makanan sering dikaitkan dengan kenyamanan dan nostalgia. Contohnya, seseorang yang selalu ingin makan sup ayam buatan ibunya ketika sedang sakit atau stres. Ini menunjukkan bahwa makanan tidak sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman emosional yang menyertainya.

  1. Takut Mencoba Makanan Baru (Food Neophobia)

Food neophobia adalah ketakutan mencoba makanan baru. Orang yang mengalami ini cenderung menghindari makanan yang belum pernah mereka cicipi sebelumnya karena takut rasanya tidak enak atau bahkan berbahaya.

Ketakutan ini bisa berakar pada pengalaman buruk di masa lalu, seperti pernah sakit setelah makan sesuatu atau merasa trauma dengan rasa atau bau makanan tertentu.

  1. Mengandalkan Rutinitas Makan yang Sama

Banyak picky eater yang memiliki kebiasaan makan yang sangat teratur dan repetitif. Mereka bisa makan makanan yang sama setiap hari tanpa merasa bosan.

Misalnya, ada orang yang hanya mau makan nasi goreng setiap sarapan atau selalu memilih ayam goreng di restoran karena takut kecewa dengan menu lain.

Dalam psikologi, ini terkait dengan kebutuhan akan kontrol dan stabilitas, di mana mereka merasa nyaman dengan sesuatu yang sudah bisa diprediksi.

  1. Berusaha Menghindari Rasa Pahit atau Asam

Picky eater cenderung menghindari rasa pahit atau asam karena otak mereka secara alami mengasosiasikan rasa tersebut dengan bahaya atau racun.

Menurut penelitian, anak-anak lebih sensitif terhadap rasa pahit dibandingkan orang dewasa karena faktor evolusi. Ini menjelaskan mengapa banyak anak kecil yang tidak suka sayuran hijau seperti brokoli atau pare.

Namun, beberapa orang tetap mempertahankan preferensi ini hingga dewasa dan sulit menerima makanan dengan rasa yang kuat.

  1. Sadar atau tidak, Mereka Sebenarnya Mempraktikkan Mindful Eating

Meskipun picky eater sering dianggap ribet, mereka sebenarnya memiliki kebiasaan mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran.

Mereka memperhatikan detail makanan dengan sangat teliti, dari warna, bau, tekstur, hingga cara penyajiannya. Ini membuat mereka lebih sadar terhadap apa yang mereka makan dibandingkan orang yang asal makan saja.

Menjadi picky eater bukan hanya soal selera, tetapi juga berkaitan dengan faktor psikologis yang lebih dalam. Beberapa orang melakukannya karena kebutuhan akan stabilitas, sementara yang lain mungkin memiliki kepekaan terhadap rasa dan tekstur tertentu.

Jika kamu termasuk pemilih makanan (picky eater), bukan berarti itu hal buruk. Namun, memahami alasan di balik kebiasaan ini bisa membantu kamu lebih terbuka untuk mencoba makanan baru dan menikmati pengalaman makan dengan lebih fleksibel. Jadi, dari 7 perilaku ini, apakah kamu termasuk salah satunya? (*)

Editor : Adetio Purtama
#pilih pilih makanan #makanan #picky eater