Hubungan yang erat antara orangtua dan anak menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak yang sehat, baik secara mental maupun sosial.
Ketika anak merasa dekat dengan orang tuanya, ia akan lebih terbuka, percaya diri, dan memiliki kontrol emosi yang baik.
Dikutip dari laman Psychology Today pada Selasa (8/4/25), berikut 10 tips parenting terbaik untuk membangun kedekatan dan kelekatan emosional yang kuat dengan anak.
- Luangkan Waktu Berkualitas
Waktu adalah bentuk cinta yang paling nyata. Sisihkan waktu khusus setiap hari untuk anak, walau hanya 15 sampai 30 menit. Dengarkan ceritanya, ajak bermain, atau sekadar duduk bersama tanpa gangguan gadget.
- Dengarkan dengan Penuh Perhatian
Saat anak berbicara, dengarkan dengan penuh perhatian. Jangan memotong atau langsung menghakimi. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar peduli terhadap perasaannya. Ini akan membuat anak merasa dihargai dan dipahami.
- Validasi Emosi Anak
Jangan buru-buru menyuruh anak berhenti menangis atau marah. Akui perasaannya terlebih dahulu, misalnya dengan mengatakan, “Mama tahu kamu sedang kecewa.” Dengan begitu, anak belajar bahwa semua emosi itu wajar dan boleh dirasakan.
- Bangun Komunikasi yang Hangat dan Terbuka
Jadilah orangtua yang bisa diajak bicara kapan saja. Hindari nada menggurui, dan gunakan kata-kata yang lembut namun tegas. Komunikasi yang baik akan membuka jalan kepercayaan dan keterbukaan antara anak dan orang tua.
- Hindari Hukuman Fisik atau Verbal
Kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, hanya akan merusak hubungan dan membentuk ketakutan. Terapkan disiplin positif dengan memberi konsekuensi logis yang membangun, bukan menyakiti.
- Tunjukkan Kasih Sayang Setiap Hari
Peluk anak, ucapkan “I love you” atau “Ayah bangga padamu.” Tindakan sederhana ini akan memberikan rasa aman dan meningkatkan harga diri anak.
- Jadilah Contoh yang Baik
Anak belajar melalui pengamatan. Jika ingin anak sopan, sabar, dan jujur, maka tunjukkan sikap itu dalam keseharian. Teladan lebih efektif daripada nasihat.
- Beri Ruang bagi Anak untuk Mengekspresikan Diri
Setiap anak unik. Biarkan ia menjadi dirinya sendiri. Dukung minat dan hobinya, tanpa memaksakan ambisi pribadi. Ini akan membantu anak merasa diterima dan dicintai tanpa syarat.
- Hadir Secara Emosional, Bukan Hanya Fisik
Kehadiran fisik saja tidak cukup. Anak membutuhkan orang tua yang hadir secara emosional—yang benar-benar ada untuk mendengarkan, merespons, dan memahami kebutuhannya secara batin.
- Refleksi Diri sebagai Orangtua
Terkadang, hubungan yang renggang bukan karena anak, tetapi karena pola asuh yang tidak disadari. Evaluasi dan refleksikan cara kita mengasuh. Tidak ada orang tua yang sempurna, tapi selalu ada ruang untuk tumbuh dan belajar.
Membangun hubungan erat dengan anak adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen. Tidak selalu mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan niat yang tulus dan usaha yang konsisten. Jadi, sudahkah kamu memenuhi 10 tips di atas? (*)
Editor : Adetio Purtama