Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Running Club Jadi Tinder Baru: Studi Feeld Ungkap Pergeseran Cara Cari Pasangan

Mengki Kurniawan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:07 WIB

Studi Feeld 2026 menunjukkan olahraga menggeser aplikasi kencan sebagai cara utama mencari pasangan, dengan komunitas lari menjadi tren dominan di berbagai kota.
Studi Feeld 2026 menunjukkan olahraga menggeser aplikasi kencan sebagai cara utama mencari pasangan, dengan komunitas lari menjadi tren dominan di berbagai kota.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pola mencari pasangan di awal 2026 mengalami perubahan signifikan, di mana aktivitas olahraga menjadi jalur utama masyarakat menemukan pasangan, menggantikan dominasi aplikasi kencan daring.

Berdasarkan studi Feeld Study yang dikutip dari Visualinspirasi, olahraga kini dipilih bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang lebih natural.

Perubahan ini muncul seiring meningkatnya nilai kesehatan pascapandemi. Aktivitas fisik dinilai mampu memperlihatkan karakter seseorang secara lebih jujur dibandingkan profil di aplikasi kencan.

Pengajar University of Leeds, Dr. Luke Brunning, menyebut peningkatan representasi perempuan di olahraga serta popularitas olahraga non-mainstream di media sosial sebagai pendorong utama tren tersebut.

“Kultural yang menekankan pada kebugaran dan kesehatan telah menciptakan kondisi bagi olahraga untuk mengambil peran lebih sentral dalam kencan,” ujar Brunning dalam keterangan resminya.

Studi tersebut mencatat lari sebagai cabang olahraga yang paling menonjol. Running club berkembang pesat dan kerap dijuluki publik sebagai “Tinder baru” karena kemampuannya mempertemukan pasangan secara natural.

Peserta komunitas lari menilai aktivitas ini memberikan ruang mengobrol tanpa tekanan, berbeda dengan kencan formal yang cenderung kaku bagi individu yang baru berkenalan.

Selain lari, olahraga kelompok seperti tenis lapangan dan paddle ball juga diminati. Interaksi berulang pada kegiatan olahraga dinilai memudahkan tumbuhnya ketertarikan secara bertahap.

Ilmuwan biomedis asal Australia, Dr. Zac Turner, menilai hubungan yang terjalin melalui komunitas olahraga lebih kuat karena dilandasi kesamaan gaya hidup.

“Anggota komunitas olahraga secara alami terikat melalui pengalaman bersama, interaksi konsisten, dan tujuan gaya hidup yang saling menguntungkan,” kata Turner.

Studi itu juga memperkirakan tren ini akan terus berkembang sepanjang 2026, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan mental. Aktivitas olahraga dinilai mampu mengurangi stres dan kecemasan sosial.

Bagi masyarakat yang masih melajang, studi menyarankan bergabung dengan komunitas olahraga sebagai opsi bertemu pasangan yang sevisi sekaligus menjaga kesehatan tubuh.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#Running club #Tren kencan 2026 #Feeld Study Olahraga