Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengapa Sebagian Baby Boomer Menjauhi Media Sosial? Ini Penjelasan Psikologi

Adetio Purtama • Kamis, 5 Februari 2026 | 12:32 WIB

Ilustrasi baby boomers.
Ilustrasi baby boomers.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah dominasi media sosial dalam kehidupan modern, psikologi mengungkap bahwa generasi baby boomer yang memilih tidak bergabung dengan platform digital justru memiliki karakter kepribadian yang khas dan kuat.

Sejumlah penelitian psikologi menunjukkan bahwa pilihan ini bukan semata-mata soal usia atau kemampuan teknologi, melainkan berkaitan erat dengan pola pikir, emosi, dan cara mereka membangun relasi sosial.

Dikutip dari laman Geediting, Kamis (5/2/2026) berikut delapan ciri kepribadian utama yang umumnya dimiliki baby boomer yang tidak pernah menggunakan media sosial:

  1. Memiliki Sistem Validasi Internal yang Lebih Kuat

Boomer yang menjauhi media sosial cenderung menilai harga diri dan pencapaian hidup dari sumber internal, bukan dari pengakuan eksternal seperti tanda suka atau komentar. Mereka mempercayai penilaian diri sendiri atas makna dan kualitas tindakan yang dilakukan.

  1. Menjaga Hubungan yang Lebih Sedikit, tetapi Lebih Dalam

Alih-alih memiliki ratusan teman daring, mereka memilih memelihara hubungan yang terbatas namun bermakna. Komunikasi dilakukan secara langsung, personal, dan penuh perhatian, bukan sekadar interaksi singkat di dunia maya.

  1. Tingkat Perbandingan Sosial yang Lebih Rendah

Tanpa paparan linimasa berisi pencapaian dan “kehidupan sempurna” orang lain, mereka lebih puas dengan kehidupan yang dijalani. Mereka tidak mudah merasa tertinggal atau kurang berhasil dibanding orang lain.

  1. Toleransi Tinggi terhadap Rasa “Ketinggalan”

Boomer yang tidak menggunakan media sosial cenderung menikmati apa yang disebut psikolog sebagai joy of missing out (kesenangan karena tidak selalu tahu segalanya). Mereka selektif terhadap informasi dan menjaga kesehatan mental dengan baik.

  1. Fokus dan Rentang Perhatian yang Lebih Panjang

Tanpa gangguan notifikasi dan kebiasaan menggulir layar tanpa henti, mereka mampu berkonsentrasi lebih lama. Aktivitas membaca, bekerja, dan berbincang dilakukan dengan penuh perhatian.

  1. Batasan Pribadi yang Jelas

Kehidupan pribadi dan profesional dipisahkan dengan tegas. Mereka tidak merasa perlu membagikan setiap momen atau pendapat ke ruang publik, sehingga privasi tetap terjaga.

  1. Ekspresi Diri yang Lebih Autentik

Tanpa tuntutan membangun citra daring, mereka tampil apa adanya. Tidak ada perbedaan antara diri di ruang publik dan kehidupan pribadi karena tidak ada persona digital yang harus dipelihara.

  1. Kesadaran Tinggi terhadap Momen saat Ini

Mereka menjalani hidup dengan penuh kesadaran. Menikmati percakapan, kebersamaan, dan aktivitas tanpa dorongan untuk mendokumentasikan atau membagikannya. Penelitian menunjukkan kondisi ini berkorelasi dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Psikologi tidak menyebut media sosial sebagai sesuatu yang sepenuhnya buruk. Namun, dari kelompok baby boomer yang memilih tidak menggunakannya, terdapat pelajaran penting tentang kemandirian perhatian, kualitas relasi, dan keteguhan identitas diri.

Delapan ciri ini bukan sekadar keunikan kepribadian, melainkan refleksi dari individu yang mampu menjaga otonomi diri di tengah era hiperterhubung. Sebuah bentuk perawatan diri yang mungkin justru paling relevan di zaman sekarang. (*)

Editor : Adetio Purtama
#baby boomers #boomer #media sosial #psikologi