Skena musik independen Sumatera Barat kembali melahirkan nama baru yang mulai menarik perhatian. Band pop alternatif Million Hope resmi menapaki perjalanan serius mereka sejak terbentuk pada April 2025, membawa warna musik catchy, easy listening, namun tetap sarat emosi.
Laporan ADETIO PURTAMA, Padang--
Band ini lahir dari keresahan tiga personel awal—Rio, Leo, dan Randa—yang telah lama berkecimpung bersama di dunia musik dan merasa belum ingin berhenti begitu saja.
“Awalnya kami cuma sering ngobrol dan berbagi referensi musik. Lama-lama kami merasa punya visi yang sama, akhirnya memutuskan membentuk Million Hope,” ungkap mereka.
Baca Juga: Menekan Kecelakaan Kereta Api
Dalam prosesnya, Million Hope kemudian mengajak Arifin sebagai gitaris untuk memperkuat fondasi musikal mereka. Formasi awal sempat mengalami dinamika, termasuk pergantian vokalis setelah merilis beberapa lagu awal seperti Sometimes dan The World Stop Moving.
Perbedaan visi membuat mereka harus memulai ulang pencarian sosok vokalis yang tepat. Momentum itu akhirnya hadir ketika Rahma bergabung.
Kehadiran Rahma sebagai vokalis dianggap menjadi titik balik penting dalam perjalanan band ini. “Sejak awal kami merasa ada kecocokan, baik dari selera maupun visi bermusik. Dari situ semuanya terasa lengkap,” ujar personel.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Sabtu 2 Mei 2026: Padang dan Bukittinggi Hujan Ringan
Kini, Million Hope diperkuat oleh Rahma (Vokal), Rio (Bass), Leo (Keyboard), Arifin (Gitar), dan Randa (Drum).
Nama Million Hope dipilih sebagai simbol jutaan harapan yang dimiliki setiap individu dalam hidup, baik tentang cinta, mimpi, maupun perjuangan personal.
Band ini ingin musik mereka menjadi representasi emosi banyak orang, terutama mereka yang tengah berada di fase sulit. Secara musikal, Million Hope banyak dipengaruhi oleh nama-nama seperti PREP, Rex Orange County, dan Billie Eilish.
Dari referensi tersebut, mereka meramu musik pop alternatif modern dengan nuansa emosional yang ringan namun berkarakter. “Kami ingin membuat musik yang mudah dinikmati, tapi tetap punya kedalaman rasa,” jelas mereka.
Hingga kini, Million Hope telah merilis beberapa karya, di antaranya Mess You Made dan But Not Really Home. Dalam waktu dekat, mereka juga bersiap meluncurkan single terbaru bertajuk Deep Sea.
Penggunaan lirik berbahasa Inggris dipilih untuk menjangkau audiens lebih luas sekaligus menyesuaikan karakter emosional musik yang mereka usung.
Baca Juga: Perjalanan Bermusik Manhorse: Bawa Energi Rock Baru, Siap Rilis Album Perdana
Sebagai band yang berkembang dari Sumatera Barat, Million Hope mengakui tantangan terbesar adalah keterbatasan akses industri dan exposure nasional.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berkembang melalui platform digital. “Sekarang semua musisi punya peluang yang sama lewat platform digital, tinggal bagaimana konsisten dan kreatif,” kata mereka.
Siap Tampil di Record Store Day Padang 2026
Dalam agenda terdekat, Million Hope dijadwalkan tampil di ajang Record Store Day (RSD) Padang pada 16 Mei 2026 di Fabriek Bloc Padang.
Baca Juga: Benahi Tata Kelola, Bentuk Gugus Tugas
Penampilan ini menjadi momentum penting bagi mereka untuk memperluas jangkauan audiens sekaligus memperkuat identitas di skena musik Sumbar.
Million Hope berharap ekosistem musik Sumbar semakin berkembang melalui kolaborasi, dukungan antar-musisi, serta akses industri yang lebih luas. “Kami ingin musik dari Sumbar semakin dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujar mereka.
Dengan materi baru, identitas visual yang terus diperkuat, serta semangat kolektif, Million Hope menjadi salah satu nama potensial dari Sumatera Barat yang layak diperhitungkan di skena musik independen Indonesia. (*)
Editor : Adetio Purtama