Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dwi Anggraini Sandingkan Bakat Menyanyi dan Menimba Ilmu, Simak Perjalanan Hidupnya

Shyntia Aprizani • Sabtu, 18 Januari 2025 | 11:41 WIB

Dwi Anggraini, Penyanyi Pop Minang.
Dwi Anggraini, Penyanyi Pop Minang.
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah kesibukan sebagai pelajar di SMK Kesehatan Dharmabakti Nusantara Padang, Dwi Anggraini, 17 masih menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya.

Remaja kelahiran 27 Januari 2007 ini, selain pintar dan berprestasi di kelas XII, juga tengah menyibukkan dirinya dengan dunia tarik suara. Dwi kini menjadi sosok yang dikenal sebagai penyanyi muda berbakat, dengan dua single yang sudah dirilis dan sedang meraih perhatian publik.

Bakat Dwi di dunia musik bukan datang begitu saja. Ternyata, bakat ini merupakan warisan dari orang tuanya, Mama Rosmaida dan Papa Jasman, yang sama-sama menyukai dunia musik.

Sejak kecil, Dwi sudah sering mendengarkan orang tuanya bernyanyi, baik di rumah maupun saat mereka mengisi acara-acara keluarga. Dari situlah, semangat Dwi untuk terjun ke dunia tarik suara mulai tumbuh.

Saat masih duduk di bangku kelas 5 SD, Dwi sudah mulai menampilkan bakat menyanyinya. Dia sering mengikuti berbagai perlombaan dan event-event bernyanyi di tingkat sekolah dan daerah.

Berawal dari ketertarikannya yang mendalam, Dwi pun tak ragu untuk tampil di berbagai panggung, membawa nuansa musik Minangkabau yang kental dalam setiap penampilannya.

Tahun ini, Dwi tengah mempromosikan dua single andalannya, yang masing-masing berjudul Di Hati Lah Mati Raso dan Maafkan Kato Nan Tadorong. Kedua lagu ini menjadi bukti bahwa Dwi mampu menembus pasar musik Minangkabau dengan karya-karya yang penuh dengan nilai seni dan budaya. 

Di mana lagu Di Hati Lah Mati Raso bercerita tentang rasa cinta yang mendalam, sementara Maafkan Kato Nan Tadorong menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Kedua lagu ini menggambarkan kedalaman perasaan yang sangat cocok dengan karakter musik Minangkabau.

Bagi Dwi, dunia musik bukan hanya sekadar hobi, melainkan sebuah jalan untuk menyampaikan pesan dan karya yang bernilai. Dia percaya bahwa remaja masa kini harus mampu menunjukkan bahwa tidak semua anak muda terjebak dalam hal negatif seperti tawuran atau kenakalan remaja.

"Generasi muda bisa berkarya. Kita harus memanfaatkan bakat yang ada untuk dikembangkan, agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya bisa membawa dampak positif bagi kehidupan kita dan orang sekitar," ujar Dwi dengan semangat.

Dwi juga menyadari bahwa, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, remaja memiliki kesempatan untuk lebih mudah mengakses platform untuk berkarya, salah satunya melalui media sosial dan berbagai aplikasi musik.

Ini yang menurut Dwi menjadi peluang besar bagi remaja untuk menyalurkan bakat dan mengeksplorasi diri. Dengan dukungan orang tua yang selalu mendukung dan memberikan semangat, Dwi merasa lebih termotivasi untuk terus berkarya.

Baca Juga: Kemenag Bangun 160 KUA Berkonsep Green Building, Targetkan Rampung Agustus 2025

Meskipun kesibukan sekolah tak bisa dihindari, Dwi tetap menyisihkan waktu untuk latihan vokal dan penggarapan lagu. Terkadang, dia menghabiskan waktu sore untuk merekam lagu atau mengikuti latihan dengan musisi lokal di Padang. "Saya merasa bahagia bisa melakukan dua hal yang saya cintai, yaitu sekolah dan musik. Keduanya bisa berjalan berdampingan, asalkan kita bisa mengatur waktu dengan baik," tambahnya.

Selain itu, Dwi juga merasa bersyukur bisa bergabung dengan komunitas musik di Padang yang banyak memberi dukungan serta kesempatan untuk tampil. Dwi merasa, menjadi bagian dari komunitas ini sangat membantunya dalam mengasah keterampilan dan menambah pengalaman. "Saya banyak belajar dari teman-teman yang lebih berpengalaman, dan kami sering berbagi tips serta ide tentang musik Minangkabau," ucapnya.

Meski usia masih muda, Dwi tak ingin terburu-buru dalam karir musiknya. Dia sadar bahwa perjalanan di dunia musik membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan. "Penting untuk menikmati setiap langkah. Musik itu bukan hanya soal popularitas, tapi juga tentang proses dan kesenangan dalam berkarya," jelas Dwi.

Dwi juga berharap, ke depannya, karya-karyanya bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di Padang, tetapi juga di luar daerah. Dengan musik, dia ingin turut melestarikan budaya Minangkabau sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri musik di Indonesia, khususnya musik tradisional.

Di tengah segala kesibukannya, Dwi tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia bertekad untuk menyelesaikan studi di SMK Kesehatan Dharmabakti Nusantara Padang, dan setelah itu baru fokus mengembangkan karier musiknya. "Pendidikan itu penting, dan saya ingin membuktikan bahwa seorang remaja bisa sukses di dua bidang, yaitu akademik dan musik," tuturnya penuh keyakinan.

Dwi Anggraini, meski masih muda, sudah menunjukkan kepada kita semua bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, Dwi membuktikan bahwa seorang remaja bisa produktif, kreatif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui musik. Ia pun menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya yang ingin mengejar impian mereka. (shy)

Editor : Hendra Efison
#Penyanyi Minang #perjalanan hidup #menimba ilmu #Dwi Anggraini #Bakat Menyanyi