Peluncuran Call of Duty: Black Ops 6 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seri Call of Duty hadir langsung di Xbox Game Pass pada hari rilis, menyusul akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft.
Berlatar awal 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet, kampanye utama gim ini mengusung tema spionase dan konspirasi global. Pemain berperan sebagai agen bayangan dalam misi penuh intrik politik dan moral abu-abu khas seri Black Ops.
Treyarch memperkenalkan sistem gerak baru bernama Omni-Movement System, memungkinkan pemain bergerak bebas ke segala arah, termasuk saat tiarap atau meluncur.
Fitur ini menjadi salah satu inovasi terbesar dalam sejarah Call of Duty, memberikan pengalaman tempur yang lebih realistis dan responsif.
Dalam mode Multiplayer, Black Ops 6 menampilkan 14 peta baru dengan variasi lingkungan mulai dari pangkalan militer hingga kawasan kota.
Mode klasik seperti Team Deathmatch, Domination, dan Search and Destroy kembali hadir dengan sistem Perk dan Loadout yang diperbarui. Treyarch juga menyiapkan pembaruan musiman gratis berisi peta dan mode tambahan.
Mode Zombies kembali dengan dua peta utama, Terminus dan Liberty Falls, menghadirkan kisah baru dalam format kooperatif empat pemain.
Secara teknis, gim ini dibangun di atas IW Engine terbaru dengan dukungan ray tracing, pencahayaan global dinamis, dan performa stabil 60 FPS di konsol maupun PC.
Menurut ulasan IGN dan GameSpot, Call of Duty: Black Ops 6 mendapat sambutan positif berkat peningkatan sistem gerak, kampanye sinematik, serta kualitas audio-visualnya. Kritik hanya muncul pada ukuran file besar sekitar 200 GB, meski data bisa diinstal modular.
Dengan debut di Game Pass dan inovasi gameplay besar, Call of Duty: Black Ops 6 menandai era baru waralaba FPS terbesar di dunia, menggabungkan aksi cepat, strategi, dan sinematika dalam satu paket intens.(CC5)
Editor : Hendra Efison